Search This Blog

Loading...

Saturday, November 20, 2010

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

           Penyataan Standar Akuntansi Keuangan No.45 (PSAK No.45)

Standar Akuntansi Keuangan adalah himpunan prinsip, prosedur, metode dan teknik akuntansi yang mengatur penyusunan laporan keuangan, khususnya yang ditujukan kepada pihak luar perusahaan, seperti kreditur dan sebagainya. Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan, tujuan akuntansi dan laporan keuangan pada dasarnya untuk menyediakan informasi keuangan suatu badan usaha yang akan digunakan oleh berbagai pihak yang berkepentingan sebagai dasar pengambilan suatu keputusan ekonomi.
Adapun Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan no.45 yang membahas tentang organisasi nirlaba. Organisasi nirlaba ditandai dengan perolehan sumbangan untuk sumber daya utama (asset) penyumbang bukan pemilik entitas dan tak berharap akan hasil, imbalan, atau keuntungan komersial. Pernyataan ini berlaku bagi laporan keuangan yang disajikan oleh organisasi nirlaba yang memenuhi karakteristik sebagai berikut:

1.          Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.
2.          Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan kalau suatu entitas menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut.
3.           Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkah, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuidasi atau pembubaran entitas.

Laporan keuangan untuk organisasi nirlaba terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut berbeda dengan laporan keuangan untuk organisasi bisnis pada umumnya. Pernyataan ini menetapkan informasi dasar tertentu yang harus disajikan dalam laporan keuangan organisasi nirlaba.

   Laporan Posisi Keuangan

            Tujuan laporan posisi keuangan adalah untuk menyediakan informasi mengenai aktiva, kewajiban, dan aktiva bersih dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu. Informasi dalam laporan posisi keuangan yang digunakan bersama pengungkapan dan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para penyumbang, anggota organisasi, kreditur dan pihak-pihak lain untuk menilai:
a.      kemampuan organisasi untuk memberikan jasa secara berkelanjutan dan
b.   likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk memenuhi kewajibannya, dan kebutuhan pendanaan eksternal.
    Laporan posisi keuangan, termasuk catatan atas laporan keuangan, menyediakan informasi yang relevan mengenai likuiditas, fleksibilitas keuangan, dan hubungan antara aktiva dan kewajiban. Informasi tersebut umumnya disajikan dengan pengumpulan aktiva dan kewajiban yang memiliki karakteristik serupa dalam suatu kelompok yang relative homogen. Sebagai contoh, organisasi biasanya melaporkan masing-masing unsur aktiva dalam kelompok yang homogen, seperti:
         a.          kas dan setara kas;
         b.         piutang pasien, pelajar, anggota, dan penerima jasa yang lain;
         c.          persediaan;
         d.         sewa, asuransi, dan jasa lainnya yang dibayar di muka;
         e.          surat berharga/efek dan investasi jangka panjang;
   f.   tanah, gedung, peralatan, serta aktiva tetap lainnya yang digunakan untuk          __________menghasilkan barang dan jasa.

Kas atau aktiva lain yang dibatasi penggunaanya oleh penyumbang harus disajikan terpisah dari kas atau aktiva lain yang tidak terikat penggunaannya.
Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah masingmasing kelompok aktiva bersih berdasarkan ada atau tidaknya pembatasan oleh penyumbang, yaitu: terikat secara permanen, terikat secara temporer, dan tidak terikat.
Pembatasan permanen terhadap (1) aktiva, seperti tanah atau karya seni, yang disumbangkan untuk tujuan tertentu, untuk dirawat dan tidak untuk dijual, atau (2) aktiva yang disumbangkan untuk investasi yang mendatangkan pendapatan secara permanen dapat disajikan sebagai unsur terpisah dalam kelompok aktiva bersih yang penggunaannya dibatasi secara permanen atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. Pembatasan permanen kelompok kedua tersebut berasal dari hibah atau wakaf dan warisan yang menjadi dana abadi (endowment).
Pembatasan temporer terhadap (1) sumbangan berupa aktivitas operasi tertentu, (2) investasi untuk jangka waktu tertentu, (3) penggunaan selama periode tertentu dimasa depan, atau (4) pemerolehan aktiva tetap, dapat disajikan sebagai unsur terpisah dalam kelompok aktiva bersih yang penggunaannya dibatasi secara temporer atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. Pembatasan temporer oleh penyumbang dapat berbentuk pembatasan waktu atau pembatasan penggunaan, atau keduanya.
Aktiva bersih tidak terikat umumnya meliputi pendapatan dari jasa, penjualan barang, sumbangan, dan dividen atau hasil investasi, dikurangi beban untuk memperoleh pendapatan tersebut. Batasan terhadap penggunaan aktiva bersih tidak terikat dapat berasal dari sifat organisasi, lingkungan operasi, dan tujuan organisasi yang tercantum dalam akte pendirian, dan dari perjanjian kontraktual dengan pemasok, kreditur dan pihak lain yang berhubungan dengan organisasi. Informasi mengenai batasan-batasan tersebut umumnya disajikan dalam catatan atas laporan keuangan.

 Laporan Aktivitas

    Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi mengenai (a) pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aktiva bersih, (b) hubungan antar transaksi, dan peristiwa lain, dan (c) bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau jasa, Informasi dalam laporan aktivitas, yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para penyumbang, anggota organisasi, kreditur dan pihak lainnya untuk (a) mengevaluasi kinerja dalam suatu periode, (b) menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan organisasi dan memberikan jasa, dan (c) menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajer.
      Laporan aktivitas mencakup organisasi secara keseluruhan dan menyajikan perubahan jumlah aktiva bersih selama suatu periode. Perubahan aktiva bersih dalam laporan aktivitas tercermin pada aktiva bersih atau ekuitas dalam laporan posisi keuangan. Laporan aktivitas menyajikan jumlah perubahan aktiva bersih terikat permanen, terikat temporer, dan tidak terikat dalam suatu periode.
            Laporan aktivitas menyajikan pendapatan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat, kecuali jika penggunaannya dibatasi oleh penyumbang, dan menyajikan beban sebagai pengurang
aktiva bersih tidak terikat. Sumbangan disajikan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat, terikat permanen, atau terikat temporer, tergantung pada ada tidaknya pembatasan. Dalam hal sumbangan terikat yang pembatasannya tidak berlaku lagi dalam periode yang sama, dapat disajikan sebagai sumbangan tidak terikat sepanjang disajikan secara konsisten dan diungkapkan sebagai kebijakan akuntansi. Laporan aktivitas menyajikan keuntungan dan kerugian yang diakui dari investasi dan aktiva lain (atau kewajiban) sebagai penambah atau pengurang aktiva bersih tidak terikat, kecuali jika penggunaannya dibatasi.
          Laporan aktivitas menyajikan jumlah pendapatan dan beban secara bruto. Namun demikian pendapatan investasi dapat disajikan secara neto dengan syarat beban-beban terkait, seperti beban penitipan dan beban penasihat investasi, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
          Laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuangan harus menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional, seperti menurut kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung. Klasifikasi secara fungsional bermanfaat untuk membantu para penyumbang, kreditur, dan pihak lain dalam menilai pemberian jasa dan penggunaan sumber daya. Program pemberian jasa merupakan aktivitas untuk menyediakan barang dan jasa kepada para penerima manfaat, pelanggan, atau anggota dalam rangka mencapai tujuan atau misi organisasi. Pemberian jasa tersebut merupakan tujuan dan hasil utama yang dilaksanakan melalui berbagai program utama. Aktivitas pendukung meliputi semua aktivitas selain program pemberian jasa. Umumnya, aktivitas pendukung meliputi aktivitas manajemen dan umum, pencarian dana, dan pengembangan anggota.
           
Laporan Arus Kas

        Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode. Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 2 tentang Laporan Arus Kas dengan tambahan berikut ini:
            a. Aktivitas pendanaan:

1.   penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka panjang.
2.   penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk pemerolehan, pembangunan dan pemeliharaan aktiva tetap, atau peningkatan dana abadi (endowment).
3.      bunga dan dividen yang dibatasi penggunaannya untuk jangka panjang.

b.  Pengungkapan informasi mengenai aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: sumbangan berupa bangunan atau aktiva investasi.


Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba

Oganisasi Nirlaba terdiri dari entitas pemerintahan dan entitas nonpemerintahan. Oraganisasi Nirlaba dipandang amat berbeda dengan organisasi komersial oleh pelanggan, donatur dan sukarelawan, pemerintah, anggota organisasi dan karyawan organisasi nirlaba. Dalam rangka pertanggungjawaban, organisasi nirlaba harus membuat laporan pertanggungjawaban khususnya dalam hal penggunaan dana organisasi.
Pada umumnya organisasi nirlaba mengacu pada PSAK Nomor 45. PSAK Nomor 45 (untuk entitas nirlaba nonpemerintah) diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia untuk memfasilitasi seluruh organisasi nirlaba nonpemerintah. Diluar itu, PSAK dapat menyusun standar khusus nirlaba, misalnya akuntansi untuk entitas koperasi. Dalam PSAK No.45, karakteristik entitas nirlaba ditandai dengan perolehan sumbangan untuk sumber daya utama (asset) penyumbang bukan pemilik entitas dan tak berharap akan hasil, imbalan, atau keuntungan komersial.
Masing-masing entitas nirlaba memiliki karakteristik yang unik dan masih perlu dilakukan penyempurnaan berkaitan dengan standarisasi pelaporan keuangannya. Oleh karena itu, laporan keuangan yang disajikan juga akan disesuaikan dengan karakteristik organisasi namun tetap pada prinsip akuntansi berterima umum yang berlaku di Indonesia.



Mari kita mulai :) ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Bentuk Penyajian Laporan Keuangan Berdasarkan PSAK No 45

Laporan Keuangan berdasarkan PSAK 45 meliputi Laporan Posisi Keuangan pada akhir periode laporan, Laporan Aktivitas serta Laporan Arus Kas untuk suatu periode pelaporan, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

 Laporan Keuangan Universitas Airlangga

Laporan Keuangan yang kami analisis adalah Laporan Posisi Keuangan, Laporan Aktivitas, dan Laporan Arus Kas. Adapun data Catatan atas Laporan Keuangan tidak kami dapatkan.


1.      Laporan Posisi Keuangan
Laporan Posisi Keuangan Universitas Airlangga untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2008, telah menyajikan aktiva berdasarkan urutan likuiditas, dan kewajiban berdasarkan tanggal jatuh tempo dan mengelompokan aset kedalam aset lancar dan aset tidak lancar. Dapat dilihat pada Laporan Posisi Keuangan Universitas Airlangga periode yang berakhir 31 Desember 2008 yang telah kami cantumkan. 



 Aset lancar terdiri dari Kas dan Setara Kas, Piutang setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu, dan Persediaan. Sedangkan aset tidak lancar terdiri atas aset tetap yang telah dikurangi oleh akumulasi penyusutan, aktivitas yang sama yang dilakukan di Universitas Airlangga untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2007,  sebagai berikut:

a.       Aset (Aktiva)
        Dalam hal ini Laporan Keuangan Universitas Airlangga untuk Periode yang berakhir 31              Desember 2008, melaporkan masing-masing unsur aset dalam kelompok yang homogen, seperti: kas dan setara kas, piutang, persediaan, dan aset tetap. Selain itu, informasi likuiditas juga diberikan dengan cara menyajikan aktiva berdasarkan urutan likuiditas, mengelompokkan aktiva ke dalam lancar dan tidak lancar, dan mengungkapkan informasi mengenai likuiditas aktiva termasuk pembatasan penggunaan aktiva.

1)      Aset Lancar
Aset Lancar terdiri atas:
(a)    Kas dan Setara Kas
121.749.113.032
96.626.689.159
(b)   Piutang setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-Ragu


Ø  Pada tahun 2008


Ø  Pada tahun 2007
3.060.888.174
936.764.437
(c)    Persediaan
1.328.651.132
1.236238.587



Jumlah Aset Lancar pada tahun 2008 ialah Rp. 126.138.652.338.

2)      Aset Tidak Lancar
Aset Tidak Lancar yang tercantum di Laporan Keuangan Universitas Airlangga untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2008 dan 2007, hanya berupa kelompok aset tetap saja (setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar nihil). Aset tetap untuk periode yang berakhir 31 Desember 2008 tersebut sejumlah Rp 1.075.774.266.477 .

b.      Kewajiban
Pada Pernyataan Standar Akuntansi Nomor 45, Kewajiban disajikan berdasarkan tanggal jatuh tempo dan dikelompokan ke dalam kewajiban jangka pendek dan jangka panjang. Namun pada Laporan Posisi Keuangan yang kami analisis yaitu Laporan Keuangan Universitas Airlangga Periode yang berakhir pada 31 Desember 2007 terutama Periode yang berakhir pada 31 Desember 2008, Kewajiban disajikan berdasarkan kewajiban lancar dan kewajiban tidak lancar. Kewajiban lancar terdiri atas hutang pihak ketiga, hutang pajak, biaya yang harus dibayar, dan pendapatan diterima dimuka. Kemudian dikurangi dengan aset bersih.
                       
                        Kewajiban Lancar untuk tahun 2008, terdiri atas:
                        Hutang Pihak Ketiga                                      717.501.818
                        Hutang Pajak                                                     42.053.575
                        Biaya yang Masih Harus Dibayar            23.372.535.942
                        Pendapatan Diterima Dimuka                       550.000.000
                       
                        Jumlah Kewajiban Lancar                         24.682.091.335    

                        Aset Bersih                                            1.177.230.827.480

Aset bersih  umumnya terdiri  atas aset bersih terikat dan tidak terikat.. Keterangan ini dapat dilihat pada Laporan Aktivitas.

Aset bersih :
Tidak terikat                                          1.172.097.083.772
Terikat temporer                                           5.133.743.708
Terikat Permanen                                                               -

Maka, Jumlah Kewajiban Lancar dikurangi Aset Bersih pada tahun 2008 ialah Rp. 1.201.912.918.815.

2.      Laporan Aktivitas
Laporan aktivitas Universitas Airlangga menerapkan bentuk laporan aktivitas yang menyajikan informasi sesuai dengan klasifikasi dengan tambahan satu kolom untuk jumlah. Bentuk Laporan Aktivitas menyajikan pembuktian dampak berakhirnya pembatasan penyumbang aktiva tertentu terhadap reklasifikasi aktiva bersih. Bentuk Laporan Aktivitas memungkinkan penyajian informasi agregat mengenai sumbangan dan penghasilan dari investasi.
Laporan Aktivitas menyajikan jumlah perubahan aktiva bersih terikat permanen, terikat temporer, dan tidak terikat dalam suatu periode.
Laporan aktivitas menyajikan pendapatan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat, kecuali jika penggunaannya dibatasi oleh penyumbang, dan menyajikan beban sebagai pengurang aktiva bersih tidak terikat. Sumbangan disajikan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat, terikat permanen, atau terikat temporer, tergantung pada ada tidaknya pembatasan. 


Dapat dilihat di Laporan Aktivitas Universitas Airlangga untuk periode yang berakhir 31 Desember 2008, bahwa Penerimaan dan Pendapatan Dana Pemerintah berasal dari DIPA/APBN Pemerintah, Hibah/PHK Pemerintah, Kontrak Kerjasama dengan Instansi Pemerintah, dan Penerimaan Pemerintah lainnya. Penerimaan dan Pendapatan Dana Pemerintah disajikan sebagai penambah aktiva bersih terikat temporer dengan jumlah Rp. 153.143.147.768. Hal ini menunjukkan bahwa Penerimaan dan Pendapatan Dana Pemerintah di Universitas Airlangga penggunaanya dibatasi oleh pemerintah.
Aset bersih terikat sendiri terdiri atas aset bersih terikat temporer dan permanen. Aset bersih tidak terikat adalah aset yang sumber daya penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang, dalam hal ini penyumbang yang dimaksud adalah masyarakat. Aset bersih temporer adalah aset yang sumber daya penggunaannya dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang yang menetapkan agar sumber daya tersebut dipertahankan sampai dengan periode tertentu atau sampai dengan terpenuhinya keadaan tertentu dalam hal ini penyumbang yang dimaksud adalah pemerintah . Sedangkan aset bersih permanen adalah aset yang sumber daya penggunaannya ditetapkan oleh penyumbang agar sumber daya tersebut dipertahankan secara permanen, tetapi organisasi tetap diizinkan untuk menggunakan sebagian atau semua penghasilan atau manfaat ekonomi lainnya yang berasal dari sumber daya tersebut, dalam hal ini tidak disebutkan penggunaan aset bersih terikat secara permanen.

Dana Masyarakat Universitas Airlangga berasal dari Sumbangan Operasional (Pendidikan), Sumbangan Pengembangan (Pendidikan) dan Sumbangan Masyarakat Lainnya. Dana Masyarakat disajikan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat (dengan jumlah Rp. 179.456.045.406) yang mana penggunaanya tidak dibatasi oleh masyarakat.

Sedangkan, pada Dana Layanan dan Usaha Universitas, Penerimaan Layanan dan Usaha Akademik disajikan sebagai penambah aktiva bersih terikat temporer. Penerimaan Layanan Umum dan Fungsi, dan Penerimaan Pendapatan umum disajikan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat.

Laporan aktivitas menyajikan keuntungan dan kerugian yang diakui dari investasi dan aktiva lain (atau kewajiban) sebagai penambah atau pengurang aktiva bersih tidak terikat, kecuali jika penggunaanya dibatasi.
Pada Laporan Aktivitas (untuk yang tidak terikat), Jumlah Penerimaan dan Pendapatan (Rp. 211.725.445.973 dan Rp. 201.639.356.226) dikurangi dengan Jumlah Beban dan Pengeluaran (Rp. 157.472.916.359 dan Rp. 179.250.342.518) menghasilkan perubahan aktiva bersih (kenaikan aset bersih sebesar Rp. 54.252.529.614 dan Rp. 22.389.013.708).  Kenaikan Aset bersih ini dijumlahkan dengan Aset Bersih Awal Tahun (berasal dari Aset Bersih Akhir Tahun 2007) yang menghasilkan Aset Bersih Akhir Tahun Tidak Terikat sebesar Rp. 1.172.097.083.772. Aset Bersih Akhir Tahun Tidak Terikat 2008 ditambah dengan Aset Bersih Akhir Tahun Terikat menghasilkan Aset Bersih Akhir Tahun 2008 (sejumlah Rp. 1.177.230.827.480).
Dapat dilihat di Laporan Aktivitas Universitas Airlangga untuk periode yang berakhir 31 Desember 2007, bahwa Penerimaan dan Pendapatan Dana Pemerintah berasal dari DIPA/APBN Pemerintah, Hibah/PHK Pemerintah, Kontrak Kerjasama dengan Instansi Pemerintah, dan Penerimaan Pemerintah lainnya. Hal ini tidak berbeda jauh dengan tahun 2008, yang berbeda ialah pada periode 2008 tidak ada penerimaan kontrak kerja sama dengan Instansi Pemerintahan. Penerimaan dan Pendapatan Dana Pemerintah periode yang berakhir 31 Desember 2007 disajikan sebagai penambah aktiva bersih terikat temporer dengan jumlah Rp. 146.371.405.704 (lebih kecil dari Penerimaan dan Pendapatan Dana Pemerintah periode yang berakhir 31 Desember 2008). Hal itu berarti, bahwa Penerimaan dan Pendapatan Dana Pemerintah periode yang berakhir 31 Desember 2008 mengalami kenaikan disbanding tahun sebelumnya.

Dana Masyarakat Universitas Airlangga untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2007 tidak berbeda sumbernya dengan tahun 2008. Yaitu berasal dari Sumbangan Operasional (Pendidikan), Sumbangan Pengembangan (Pendidikan) dan Sumbangan Masyarakat Lainnya. Dana Masyarakat disajikan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat (dengan jumlah Rp. 145.800.689.482) yang mana penggunaanya juga seperti tahun 2008, yaitu tidak dibatasi oleh masyarakat.

Dana Layanan dan Usaha Universitas Airlangga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 lebih kecil dibanding Dana Layanan dan Usaha Universitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008. Itu berarti, pada tahun 2008 mengalami kenaikan Dana Layanan dan Usaha dibanding 2007.

Jumlah Pengeluaran Penyelenggaraan Pendidikan tidak terikat untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan, Jumlah Pengeluaran Penyelenggaraan Pendidikan terikat temporer mengalami kenaikan dibanding 2007.
Pada pengeluaran di tahun 2008 terdapat Pengeluaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Pengeluaran Pengembangan Program, dan Pengeluaran Manajemen dan Pengelolaan. Sedangkan, pada Pengeluaran di tahun 2007, ketiganya tidak ada. Pada tahun 2007 terdapat Pengeluaran Lainnya sebesar Rp. 7.071.663.575 , namun pada tahun 2008 Pengeluaran Lainnya Rp 0.
Kenaikan Aset Bersih tidak terikat pada tahun yang berakhir 2008 mengalami kenaikan dibanding tahun 2007. Sedangkan, Kenaikan Aset Bersih mengalami penurunan dibanding 2007. Aset Bersih Awal Tahun berasal dari Aset Bersih Akhir Tahun 2006.  Pada tahun 2007, tidak ada Koreksi Saldo Aset Bersih Awal Tahun. Jumlah Aset Bersih Akhir Tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2007 ialah Rp. 1.117.844.554.158 (lebih besar dibanding 2008).     

3.      Laporan Arus Kas
Informasi tentang arus kas pada Universitas Airlangga berguna sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan Universitas Airlangga untuk menggunakan arus kas tersebut.



Data Laporan Keuangan mengenai Arus Kas di Universitas Airlangga pada tahun  2007 dan 2008. Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasi menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi berasal dari penjumlahaan penerimaan DIPA, Penerimaan Hibah, Penerimaan Kontrak dan kerjasama dengan Instansi Pemerintah, Penerimaan Pemerintah lainnya, Penerimaan sumbangan operasional, Penerimaan Sumbangan Pengembangan, Penerimaan Kontrak Kerjasama, Penerimaan layanan umum dan fungsi, Penerimaan Institusional Fee, Penerimaan dari pemanfaatan fasilitas, Penerimaan lain dari masyarakat, dan penerimaan lainnya, dikurangi dengan jumlah dari penyelenggaraan pendidikan, pembinaan mahasiswa, penelitian dan pengabdian masyarakat, Layanan akademik dan unit Swadana, Pengeluaran pengembangan Program, pengeluaran manajemen dan pengeluaran, Pengeluaran Lainnya. Hasil dari pengurangan tersebut dinamakan Kas Bersih yang diperoleh Aktivitas Operasi.

Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas. Arus Kas dari Aktivitas Investasi berasal dari jumlah Perolehan aset tetap. Hasilnya dinamakan Kas Bersih yang digunakan untuk Aktivitas Investasi.
Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan . Arus kas dari aktivitas pendanaan hanya berasal dari Hasil Pinjaman Jangka Pendek. Hasil tersebut dinamakan Kas yang diperoleh dari dan digunakan untuk Aktivitas Pendanaan.
Adapun Pengaruh Selisih  Kurs atas Kas dan Setara Kas yang terdapat dalam  Laporan Arus Kas, diperoleh dari Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas. Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas diperoleh dari selisih Kas dan Setara Kas Pada Awal Periode dengan jumlah Kas dan Setara Kas Pada Akhir Periode lalu dikurangkan jumlah dari Total Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Oprasi dikurang Total Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi dan dikurang Total Kas yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan.


      Berdasarkan analisis Laporan Keuangan yang telah dilakukan, maka kami menyimpulkan bahwa untuk Laporan Keuangan yang telah disajikan oleh Universitas Airlangga untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2008 dan 2007 telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba yang meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Aktivitas, dan Laporan Arus Kas. Dalam Laporan Keuangan yang kami peroleh di Laporan Arus Kas didasarkan pada Pernyataan Standar Akuntansi No.2.
      Universitas Airlangga telah menyajikan Laporan Keuangan dengan baik dan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi No.45

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka kami memberikan saran kepada Universitas Airlangga agar lebih teliti dalam menyajikan Laporan Keuangan agar tidak perlu diadakan koreksi saldo kembali.
Sedangkan untuk pembaca diharapkan untuk memahami Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan no.45, dan dilampiri dengan Catatan Atas Laporan Akuntansi Keuangan sebagai keterangan atas aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam Laporan Keuangan.


By:                                    Aditya Yuliman (08624001)
Denny Utama (08624006)
Fiesty Utami (08624011)
Jessen (08624016)
Nurul Aziza T (08624023)
Sisca Herlina (08624028)

karena saya tidak mendapatkan kembali link sumber lapkeu, maka untuk menghormati sumber laporan keuangan, saya mencantumkan: 

1 comment: