Tuesday, February 4, 2014

Resign from my adorable company and have a new world

Recently, I have resigned from my adorable company. Wow, it's a big decision. I was crying a lot in my last day in that company. Now, i'm join in a Scholarship Programe from Dikti. I am taking English course in University of Indonesia for 6 months, or may be if i am lucky it can be just for 3 months.

Oke, let's begin..

Awal December 2013, aku suka sama sahabat aku sendiri, dan di awal December 2013, dia resign dari PT.KP. Sediiihh,, banget banget, sedih rasanya ditinggal sama sahabat LAGI. Oh my God, tiap hari kangen, tiap di bis ngelamun aja, biasanya aku di bis ditemenin sama 3 of my funny boyfriends. Aku nangis di malam itu (hha galau banget), dia pindah ke perusahaan yang lebih baik. Mungkin pemikiran aku yang kolot atau apalah yang orang bilang. Aku pengen dapat yang lebih baik lagi dari perusahaan ini. Aku nangis sambil berdoa sama Allah: Ya Allah, jadikanlah agar masa depanku lebih baik lagi. Jadikanlah agar hamba sukses, diterima beasiswa kuliah di luar negeri, membanggakan kedua orang tua, punya suami yang baik dan membahagian hamba dan keluarga kelak. Amin.

Esok harinya (Jumat), aku iseng" buka e-mail, ternyata ada e-mail dari Dikti, invitation for TPA and English test in Jakarta. Semoga ini jodohnya. Mendadak banget emang undangannya juga. Aku pura" sakit supaya dapat ijin mendadak di hari Senin. Ternyata tetep aja ditelponin sama user", dan supplier" Besoknya pas aku masuk kantor, bos riweuh nanya aku kemana. Mereka mungkin tau ak pura" sakit. Dephead juga nyepet mulu; "Fiesty kenapa? jangan" gara" saya suka marahin Fiesty nih. Jadi ngadu ke mamahnya sambil nangis" terus gamau balik lagi kesini. Jangan gitu dong, hadduuh bahaya nih si eneng anak kesayangan Mr. P, nanti saya masa harus nyari pegawai lagi. Yah? Kenapa? Sakit apa?" 
Haduh Bapak DepHead aku emang unik banget --", dia expat Indonesia yang sering bikin orang" sakit hati. Jadi inget juga waktu Bapak ini ngusir secara ga langsung: "Kalo gabisa yaudah, heuh, kalo lembek kaya gini gausah kerja disini, keluar aja. Nanti saya cuma terima pegawai yang kuat-kuat aja, yaa. Yang lembek keluar, yang kuat masuk". Semua ini karena aku bingung, berada diantara 2bos, mana yang harus aku turuti perintahnya? 22nya bertolak belakang banget. 22nya bener, dan 22nya kekeuh. Dan maka itulah aku dimarahin 22nya. --". Nurut satu dimarahin satunya lagi, nurut 22nya dimarahin 22nya juga. (Tapi Bapak ini juga paling baik, waktu aku resign, dia orang yang paling sangat ngebantuin proses resign saya, beliau yg ngeyakinin bos" lain ttg surat dari pemerintah ini). Pa E bilang: "nanti jangan putus silaturahmi ya, tetep komunikasi ngasih kabar." Terima kasih Bapake :D .. (walo ampe sekarang aku gaberani ngasih kabar, saya malu Pa)

Seminggu setelah tes, hari Kamis siang, aku dapet telpon dari Iqbal (Finance di perusahaan itu juga). Ti, coba buka pengumuman Dikti, udah ada, kita lolos, mau diambil ga, kapan kamu mau resign?
---o---
Setelah dibuka, iyah ternyata bener aku dan ikbal lolos. Hari Senin tanggal 17 December 2013, kita harus sudah di Universitas masing" untuk tandatangan kontrak mengikuti program Kursus Bahasa Inggris untuk tes IELTS (salah satu tahap seleksi Dikti). Iqbal ke ITB, ak kebagian ke UI. Dan ini gambling, kalo setelah 6 bulan lulus tes IELTS, barulah tahap wawancara, namun jika tidak lulus yaudah deh jadi pengangguran. Astagfirullahaladziim..

Aku masih belum bisa ambil keputusan mendadak, ga sempet nelpon ortu juga karena sibuk ditelponin user dan supplier. Malam harinya, Pak DepHead ngeliat aku lembur, dia bilang: "Fiesty ini suka lembur yah, kerjaannya banyak. Tapi kenapa kamu ga pernah masukin ke sistem HRIS? Masukin aja, tapi sebelum lembur kamu bilang ke Mr. Park supaya dia tahu. Yah, lain kali kalo mau lembur kasih tau Mr. Park, terus masukin ke sistem. Ini coba, beli makanan ke kantin (Sambil ngeluarin kartu kreditnya, aseekk)." Aku senyum sambil bilang iyah iyah aja, hheu, lumayan dapet makan malem gratis bareng temen".

Abis pulang kerja, main ke KR ketemu sama Iqbal dan temen"nya. Mereka lagi ngadain acara perpisahan buat Iqbal, karena ternyata Iqbal hari itu juga udah bilang resign sampai ke DepHeadnya. Wow. Dan anak" lain pada ngasih saran ke gw buat ngambil program itu juga. Mereka bilang ini kesempatan, gakan datang 2X. Udah banyak banget aku debat sama mereka tapi mereka tetep nyarankan untuk ambil program ini. Aku seneng banget bisa kerja disini, orang"nya pada baik, posisi sebagai procurement yang kerjaannya asik, pengalamannya incredible banget!, ilmu yang gakan didapetin dperusahaan lain, temen" banyak yang seumuran dan semuanya easy going and ramah, komunikasi lokal dan internasional and banyaak lainnya. Malamnya aku cerita sama ortu, dan mereka ngasih balik lagi ke aku. Mereka tau aku pengen banget kuliah di luar negeri, mereka tau aku ikut program ini belum pasti diterima, mereka tau aku pengen berjenjang karir dan bahkan nikah di perusahaan ini. Well, decision have to be taken. Esok paginya (Jumat), aku masih bimbang, lalu temen aku bilang dia envy sama aku, dia juga pengen dapet beasiswa ini, dia udah berkali" apply tapi belum pernah lolos juga, dia nyaranin aku ambil program ini. Tapi mungkin dia bener, sekarang sebelum produksi aku ngerasa nyaman di perusahaan ini, belum tentu nanti setelah produksi perushaan ini masih tetap nyaman, mungkin setelah produksi-setelah expat balik ke perushaannya masing"- pegawai disini akan berebut untuk menduduki posisi yang ditinggalkan para expat- dan saling sikut pun terjadi seperti yang aku lihat di perusahaan" lain. 

Jam 8, aku bilang ke Pa Senior yang duduk di sebelah aku, beliau ngedukung aku, kalo itu keputusannya iyah silahkan, itu hak kamu katanya. Rencananya aku mau bilang resign ke bos" jam 11 nanti. Ternyata Mr. Park manggil aku dan minta keruangan berdua, aku kaget aku kira dia udah tau, tapi seinget aku aku baru cerita sama 1 senior aku aja.
Ternyata bener dia belum tau, di ruangan itu, dia bilang: "Fiesty, it's the end of year and I have to evaluate my team's job for this year. I know that you have worked very hard in this company. You always go home in the night, I'm sorry for giving you a lot of job. Too much job. I'm sorry. I give you a lot of problem and job. And I'm still ask you to help my job too. Thank you.hhhhh, i am sorry for giving you a lot of jobs. But now we are in very stressed situation, too much items to be bought, our time is not enough, hhh too much pressure. Haaaaahhh ("sighing), and i have made a decision. Please fill your work assessment paper with A, i will approve and sign it. That's my opinion, what about yours?

Me: "(Of course i can't hold my self to not cry, i'm crying, i tend to not crying but i can't) Mr. Park, I'm sorry, I'm so sorry. You are very kind to me, thank you very much Mister. I am very happy to can work here and being one of your staff. Thank you very much, i love working in this big company. But I don't know, what should i do. I want to study abroad to get my Master Degree. I have to resign Mister, I'm sorry."

Mr. Park: "Resign? What's happened?"

Me: "I want to get scholarship for Master Degree from Indonesia Government, in Germany. I have to join the English course in Monday. So, today is my last day in this company. I'm sorry Mister, I don't know what should i do. But i want to get my master degree in overseas. I'm sorry"

Mr. Park: "But you should tell me one month before you resign. Do Mr. A know about this?"

Me: "Not yet, Mister."

Mr. Park: "Come on. Let's go tell him."

In Mr. A's office: 
Mr. Park: "Mr. A , hhhh.... She wants to resign,, hhh"
Mr. A: "Whats problem?"
Me: Maaf Pak, (and i showed him the letter from Dikti).
He red the letter and said "Yah mau diapain lagi, namanya juga buat pendidikan."
I would not have guessed that, Pa A setelah baca surat dari Dikti beliau menyetujui permohonan resign aku. Wow. Aku ngeliat ekspresi muka Mr. Park juga dia terlihat kaget, tapi Pa A nerangin lagi ke Mr. Park kalo aku mau ikut program ini untuk jadi dosen politeknik, dan harus kuliah dulu di luar negeri. Ini program  dari pemerintah Indonesia. Mr. Park ga terima karena terlalu ngedadak, harusnya sebulan sebelumnya, tapi pengumuman dari Dikti juga ngedadak, dan beliau bingung. Dia bilang, dia suka sama kinerja aku, kenapa setiap dia punya pegawai favorit di perusahaan ini, pegawai tsb malah pergi. hhh, yang sebelumnya Mba Olivia, dan sekarang aku.  

Pak E pun menawarkan bantuan. Dia yang ngurusin ke HR tentang resign ini. Jadi satu hari itu sudah harus selesai, semua kerjaan aku harus aku bikin ringkasan statusnya supaya nanti bisa dibantu sama senior dikasih ke temen" tim yang lain, dan urusan ke HR pun selesai. Siangnya, aku dan tim makan di Saung Grogol, for the last time. Itu adalah terkahir kalinya aku booking Saung Grogol buat tim. Dan setelah makan, aku nangis lagi pas disuruh mengungkapkan kesan". Semuanya ngedoain aku semoga lolos dan suskes. Amiin,, makasih ya tim semoga aku sukses, dan kalian juga :). Mr. P juga bilang aku setelah pulang S2, bisa kerja di Kementerian Keuangan. Dia juga menyarankan buat ngambil judul thesis tentang ketidakmerataan ekonomi di Indonesia, karena kalo di Korea itu ekonominya sudah tergolong merata. Makasih buat Pa A, katanya makan siang itu penghargaan buat aku, dan dia juga mohon maaf karena gabisa datang makan siang bareng.

Sore harinya, aku ngasih tau ke bos" kalo Sabtu aku bakal masuk, aku masih belum selesai bikin laporan status kerjaan" aku udah sampai mana. Aku disuruh ngasih tau juga ke beberapa user dan supplier bahwa aku udah resign, dan kerjaan aku akan di handle over. Ada kata" dari user Indo yang bakal aku inget, Pa Bambang expat bilang: "...kamu itu perempuan neng, kejarlah pendidikan, tapi jangan lupain satu hal yang penting juga, ... jodoh, kamu harus punya pegangan sebelum kamu ke luar negeri nanti...". Aku waktu itu cuma ketawa ngedenger Pa Bambang bilang itu di telepon karena aku kira dia lagi bercanda, tapi sekarang jadi keingetan juga, iyah Pa Bambang bener, aku gaboleh lupa jodoh, oh umur aku sekarang mau 24 tahun, 2 taun kemudian setelah pulang dari luar negeri aku harus langsung nikah, makanya nyarinya dari sekarang :)).
Mr. P ngasih tau aku kalo Sabtu dia gabisa datang ke kantor nemenin aku, karena dia harus nemenin anaknya, lalu dia ngasih aku amplop yang isinya uang, this is for you. 
Thank you Mister :)

Esok harinya, aku kasih tau status kerjaan aku ke yang lain. Mr.Yoon ngasih bollpoint and say: Good luck. I hope you will be successful. Dan Direktur Commercial juga ngedatengin aku: "I heard that today is the last day you work here. You want to continue your study, is that right?" Me: "Yes Mister." Mr. Do: "Where?" Me: "In Germany". Mr. Do: "Congratulations, hope you'll be success." Me: "Thank you very much Mister".

Terima kasih buat semua kawan-kawan dan bos" yang ngedoain aku lulus program ini, kuliah di di luar negeri, dan jadi dosen. Semoga dikabulkan Amiin..


Memories:
Waktu pertama kali masuk perusahaan ini, ak awalnya gamasuk di bagian purchasing ini, harusnya di bagian keuangan. Makanya selama seleksi sampai medical check up pun itu semua untuk jadi bagian keuangan. Tapi karena Jumat hp aku rusak, susah dihubungin, tim HR ngehubungin mama aku trus bilang nanti Senin mereka bakal nelepon lagi.
Pas Senin mereka nelpon, ak dikasih tau kalo posisi keuangan udah dikasih ke temen aku karena aku susah dihubungi. Tapi karena kamu bagus hasil tes seleksinya (yakaliiii), kamu masuk procurement aja, disana banyak Senior" yang udah banyak berpengalaman dan mereka bakal ngajarin kamu. Kamu ga usah khawatir walaupun belum pernah kerja di bagian ini, mereka bakal ngajarin kamu.
Aku seneng dan yaudah datang kesana tanda tangan kontrak aja. Toh aku suka hal-hal yang baru.
Setelah masuk, di hari pertama, dibikin jadwal sama Pa Ari, (Ya Allah, aku kangen mereka, aku kangen tim, they are so awesome :*, Pa Firman, Pa Ari, Pa Iwan, Mba Olive apalagi Pa Ridwan sama Pa Ferry yang SUPER DUPER welcome banget!! *( (*crying)..
Setiap hari ada jadwal tutor sama yang Bapak" ketua tim atau departemen. Then, pas kebagian sama Mr. P (tim lead aku sendiri) = dia underestimate aku banget, dia bilang: "hhhhh.... You have no experience in this field. You have to learn very hard. Your voice is too slow. If you like this, User will always push you! Yo know, their bodies are very BIG. You have to learn much here. Always ask the others! You have to learn from them! They are very clever, especially Ms. Olivia. Learn from her. She is very good."
Sambil geleng" kepala beliau narik napas lalu ngehembus lalu berdiri lalu pergi, terus pas aku ngekor dibelakang dia, dia geleng-geleng kepala lagi.
I felt so stupid at that time. Hhahahaha.. :( In that day, at the night, i cried. Belum juga ngapa-ngapain, megang komputer aja belum, tau siklus perusahaan aja belum, udah di judge :(
Waktu itu udah feel depressed aja, maaallluuuu banget rasanya. Aku juga gatau kenapa pas di tutor sama Mr. Park dan Mr. Yoon aku banyak ngangguk, padahal waktu aku seleksi sama tim HR dan user keuangan, aku pede banget. Tapi enak ama Mr. Yoon, dia lebih ga underestimate, underestimate juga siihh :/, tapi ngasih peluang: "You have to ask your team. Learn from them. Being a buyer isn't quite hard, you can learn so much things here, just learn and ask them a lot, how to bargain with people, how to communicate, etc. Time by time, you will learn how to be a good buyer"

Note tambahan:
Waktu aku resign, itu aku abis dimarahin habis-habisan sama Dept. Steel Making plant. AAgghh. I hope I will not forget that one. It was ooogghh!!
Waktu itu: Adi dan Mr. P yg duluan dipanggil dan di sidang sama orang" plant, gara" Adi banyak banget barang pending dan urgent yg padahal sebentar lagi kita mau commissioning. Terus, temen esti ngasih tau:" Beh, siap-siap ya, kayaknya besok kamu sama Mr. P dipanggil ke plant, soalnya banyak bagnet ini barang pending."
(iyah, --pasrah--)
Esoknya, Mr. P kaget karena dipanggil lagi ke plant, dan aku yg penanggung jawab pemberlian barang SMP yg jumalahnya 500 item pending >.< .. Aku ga bisa ngomong korea, jadi pas aku di sidang aku diem aja, Mr. P yang ngejawab dan ngebelain aku. Pulangnya, disinisin sama Mr. P, "Do you know what you have to do? Why? Now you know what you have to do."
I was feeling high, ngawang-ngawang gitu, berasa udah ga bernyawa, cape, aslinya kerja itu cape, 3 kali kerja di tempat berbeda, cape semua, mungkin yang benar adalah: "hidup itu cape".
Oh no, sebuah cerita keanngan harus diakhiri dengan kalimat yg manis:
"Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah berjuang."

No comments:

Post a Comment