Friday, March 18, 2016

19 March 2016 dan Ridhonya Allah

Syelamat pagii Fiesty di masa depan ^^,, (ala-ala bikin tulisan buat diri sendiri di masa depan, kaya waktu dulu)

In this semester (the last semester in order to get my Finance master degree predicate from Taiwan), I don't have any class. Just have a Chinese class, two times a week.

Gue sediih banget nget. Dospem yang sibuuk banget nget. Asalnyaa udaah nuliis lengkaap, tapii guee hapuus lagii soalnyyaa takuut doii bacaa pakee googgleee terjemaahaann. Daan lagii kalimat yaang barusaan takuut dibacaa jugaa, ituulaahh mengappaa huruuf vokaal di tulisaan inii bergandaa. --"

Yah, intinya! Semangat! Waloo dospeem guee gakayaa yaang laiin, hamba haruus optimiis daan teteep semangaat! Kerjaiin sendirii ajaa penelitiiannyaa. Allah ngasih cobaan ini karena tau gue bakal ngatasin masalah ini dengan baik. AMIIN.

Allah udah tau siapa yang masuk surga, siapa yang masuk neraka. Tugas hamba, ngejalanin ini semua dengan sebaik-baiknya, dan berusaha bikin Allah sayang sama esti. Karena, masuk surga itu bukan hanya pahala, masuk surga itu karena KERIDHOAN ALLAH. Banyak pahala tapi Allah ga ridho, ya percuma, dia gakan masuk surga. Sedikit pahala, tapi ALLAH RIDHO, maka dia bakal masuk surga. Namun, bagaimana suapa kita mendapat Ridho Allah? Tentunya dengan mendekatkan diri pada Allah, menjauhi larangan-Nya, dan mematuhi perintah-Nya.
A little stories:

-> There was a prostitute. Actually, she had committed sin and wanted to repent (bertobat). She found a little kitten in the street. The kitten looked sick. She helped this little kitten and treated it well. When she died, Allah sent her to the jannah (the heaven), because of what she did to the kitten.

-> There was a Moslem. She always do what Moslems have to do, and stay clear of things that are forbidden for Moslems. When she died, dia meminta agar dia masuk akhirat dengan dihitung pahalanya. Ternyata, setelah dihitung, pahalanya tidak cukup untuk masuk surga. Sesungguhnya, yang membuat seseorang masuk surga itu bukan hanya pahala, Ridho Allah adalah yang utama. Namun, untuk mendapatkan ridho Allah tentu kita harus patuh dengan perintah Allah.


-> There was an assassin. He has killed 99 people. He committed sin to an Ustadz or Kyai (I don't know, pokonya guru ngaji), and wanted to repent (bertobat). The Ustadz/Kyai told him that he had too many sins. His sins are unforgivable. After heard what the Ustadz/Kyai said, the assassin got angry and killed the Ustadz/Kyai. THE END. (No. Seriously, just kidding. Ahhh gue males ngetiik capee..                                       ...            ...................................                                             .................  .......... Oke lanjut) The Assassin went to the other Ustadz/Kyai. The Ustadz/Kyai told him to move to the other village. The village should be far enough. Pembunuh ini harus menjalani kehidupan yang baru di desa yang jaaauuuhh dari desa asalnya dia. Supaya dia bisa menjalani kehidupan baru, bisa move-on gitu lah guys. Maka, berjalanlah si pembunuh ini ke desa yang ia tuju. Namun, keitka sedang diperjalanan dia meninggal. Datanglah dua malaikat. Malaikat yang satu menariknya karena pembunuh ini sudah membunuh 100 orang. Malaikat yang satu lagi menarik pembunuh ini karena pembunuh ini telah bertobat. Nah loh, bingung kan malaikatnya, aku juga bingung. Kemudian, Allah menyuruh dua malaikat itu untuk mengukur jarak desa yang ia tinggalkan ke tempat pembunuh itu meninggal dan jarak dari tempat pembunuh itu meninggal ke desa yang hendak ia tuju. Keputusan pun diambil, beliau masuk surga karena setelah diukur, jarak beliau ke desa yang ia tuju lebih dekat satu langkah, dibandingkan jarak beliau ke desa yang ia tinggalkan.

Semoga kita termasuk hamba yang diridhoi oleh Allah. Amiin..

No comments:

Post a Comment