Monday, April 13, 2015

Perjalanan menuju dan dengan Beasiswa

Hai, nama saya Fiesty Utami. Saya adalah salah satu mahasiswi penerima BPPLN-Dikti 2014, yang sedang mengambil program Master Degree-Finance di National Yunlin University of Science and Technology di Taiwan.
Saya bukan orang yang jenius. Saya perlu membaca berkali-kali, setelah saya paham barulah saya bisa mengerjakannya. Memahami kelemahan saya adalah kunci bagi diri saya sendiri untuk menyemangati diri untuk belajar dan belajar.
Ketika semester 8 (awal tahun 2012), saya mencoba melamar pekerjaan. Ternyata saya beruntung; setelah mengikuti tahapan test interview dan psychotest, dan meyakinkan user bahwa saya pasti lulus di tahun 2012 (padahal saya masih mengerjakan skripsi BAB II); saya diterima di salah satu perusahaan BUMN di Jakarta. Dengan ambisi diterima di perusahaan bonafit, saya mengikuti seluruh tahapan seleksi yang cukup membuat saya stres karena harus bolak-balik Jakarta-Bandung, mengerjakan tugas tambahan oleh user perusahaan tersebut (sebagai tahapan seleksi tambahan), sekaligus mengejar dosen bimbingan skripsi di Bandung.
Gaji di perusahaan tersebut ternyata tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saya selama tinggal di lokasi dekat perusahaan di Kuningan, Jakarta. Saya-pun masih meminta dikirimkan bantuan financial dari orang tua. Walaupun begitu, ketika saya meminta untuk berhenti bekerja dan memilih untuk melanjutkan kuliah- ibu saya berkata bahwa mereka sudah tidak mampu memberikan saya uang bulanan dan membiayai saya kuliah.
Mendengar hal itu, saya kaget dan kecewa. Saya mengatakan bahwa saya iri dengan kakak saya yang mengambil S1 di salah satu Universitas Internasional swasta di Jakarta dan melanjutkan program profesinya di sana. Biaya kuliah S1 di Universitas tersebut menginjak dua digit per-semesternya dan belum lagi di tambah biaya untuk mengambil profesi. Di mata saya, kenapa kaka saya yang sudah kuliah mahal-mahal, ujung-ujungya toh menikah, dan kini sudah sibuk dengan keluarganya sendiri. Sedangkan saya, yang berkomitmen untuk bekerja sebelum menikah untuk membiayai orang tua nantinya, justru tidak bisa melanjutkan S2, bahkan saya meminta profesi-pun, ibu saya tidak mau membiayai saya.
Mendengar itu, Ibu saya berkata: “Jangan pernah membandingkan jatah seseorang dengan yang lainnya. Dulu memang kebetulan mama mendapatkan rezeki tambahan ketika teteh meminta lanjut profesi, mungkin itu memang rejekinya teteh, kalau dilhat dari gajinya papa,  mama juga sampai sekarang masih ga ngerti, kenapa kita bisa mengkuliahkan kalian sampai beres.  Alhamdulillah.. selalu ada rejeki tiap kita butuh, tapi kalau kamu meminta untuk kuliah sekarang, maafin mama, papa sama mama sudah tidak mampu membiayai esti kuliah. Cukup sampai S1, kalau kamu mau ngambil S2, silahkan bekerja.. menabung..”
Saya diam mendengarkan ibu saya bercerita. Sesekali terdengar suara cegukan saya, menahan tangis.
“Mama yakin esti mah pasti bisa. Esti anak pinter, mama lihat dari dulu kalau esti pengen ngedapetin sesuatu, esti kerja keras, esti berdoa  dan hasilnya selalu memuaskan. Allah Maha Mengabulkan, sekarang esti usaha sendiri, jangan lupa banyak berdoa memohon sama Allah supaya Allah luluh dan mengabulkan keinginan esti lagi. Dulu bisa dapet beasiswa dari pemerintah 4 tahun berturut-turut waktu kuliah, bisa pake uang beasiswa buat beli barang-barang tambahan yang esti pengen, dan Alhamdulillah lulus cum-laude, ga ada yang ga mungkin, siapa yang tahu nanti dapet beasiswa buat kuliah S2, atau bisa kerja sambil kuliah pake uang sendiri.”
Baru saya sadar, dilihat dari umur ayah saya, seharusnya ayah saya memang sudah pensiun. Namun, karena saya belum lulus kuliah, dan ternyata setelah lulus kuliah pun saya masih belum bisa lepas secara financial dari mereka, maka ayah saja terus-terusan menunda pensiun, sering kali ayah saya mengeluh cape berkerja karena beliau memiliki masalah penglihatan. Namun, beliau tetap bekerja demi saya, menunggu sampai saya bisa mandiri.
 Selama ini mereka berdua begitu memprioritaskan anak-anaknya, sampai-sampai mereka menunda cita-cita mereka sendiri untuk menjalankan ibadah naik haji. Sekarang, giliran mereka untuk menabung dan memikirkan masa depan mereka. Ayah saya berniat untuk melaksanakan ibadah haji dengan menggunakan uang pensiunnya.
Dan saya sadar, ternyata di umur saya yang ke-23 tahun, saya belum bisa menjadi tempat bersandar bagi kedua orang tua saya.
*
Dari Jakarta, saya pindah bekerja di perusahaan Korea yang terletak di Bekasi. Akhirnya untuk pertama kalinya, saya menstransfer uang ke rekening ibu saya. Walaupun jumlah yang saya transfer tidak banyak, namun bagi saya itu adalah permulaan. Bagi ibu saya, hal itu merupakan suatu kebanggan, karena artinya saya sudah mampu mengontrol penghasilan dan hidup mandiri. Ibu saya tidak pernah memakai uang tersebut, dan mengumpulkannya. Katanya, ini adalah uang tabungan saya, yang dititipkan ke Ibu saya; suatu saat saya akan membutuhkan uang ini katanya.
Dari Bekasi, saya pindah bekerja ke perusahaan lain di Cilegon. Merupakan suatu kebanggaan bagi saya bekerja di perusahaan joint venture Korea-Indonesia ini. Bekerja di Perusahaan ini membuat saya merasa seperti bekerja di sebuah pulau asing di luar negeri, karena lokasi perusahaan yang jauh dari mall-mall besar dan setiap hari para pekerja berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Limpahan ilmu dan tips saya dapatkan dari expat-Korea dan Indonesia yang hanya dalam beberapa hitungan tahun ke depan, mereka harus kembali ke negara dan perusahaannya masing-masing. Pressure dari user dan atasan, rasanya terobati dengan ilmu-ilmu pemecahan kasus dan pengalaman baru yang tidak saya pelajari ketika kuliah. Belum lagi senior-senior yang selalu ramah dan memberikan solusi, serta teman-teman rekan kerja yang selalu saling memberikan support, hal-hal tersebut akan membuat saya berat meninggalkan perusahaan ini.
Tentu saja, bekerja tidaklah selalu menyenangkan. Malam itu, ketika saya merasa dropped, saya menghibur diri sendiri dengan melihat-lihat halaman facebook. Saya melihat salah satu teman SMA saya mengupload foto-fotonya di Perancis, dan foto-foto rumahnya yang sedang dibangun.  Ternyata ia kuliah double degree S2 di Perancis, dan dengan uang beasiswanya ia mampu membangun rumah sendiri. How clever and lucky you are. Itulah yang saya lihat darinya. Ketika menggeser touchpad laptop, “Kok basah?”  Ternyata sedari tadi saya terus meneteskan air mata. “Ya Allah, terimakasih banyak atas semua anugerah-Mu. Hamba yakin, Allah tahu yang terbaik untuk hamba dan memberikan yang terbaik untuk hamba. Tapi, kalau boleh, jadikanlah agar yang terbaik itu adalah hamba kuliah S2 di luar negeri dengan beasiswa. Amiin.”
Tepat keesokan harinya ketika jam istirahat tiba, saya menghampiri teman saya di meja kerjanya; saya memergoki dia sedang mengisi formulir. Teman saya kemudian menawarkan saya untuk ikut mengisi formulir tersebut; formulir Beasiswa Calon-Dosen BPP-LN (Beasiwa Pasca Sarjana Luar Negeri) DIKTI DIV Vokasi, yang ternyata deadline-nya adalah hari itu juga.
“Ayo ti, isi juga, deadline-nya hari ini loh. Upload dokumennya hari ini juga. Kapan lagi ada kesempatan keluar dari perusahaan, jadi dosen.”
Aku ternganga. Ya Allah, baru saja tadi malam ak berdoa, ternyata Maha Baik Allah, doaku langsung dikabulkan, kesempatan itu tiba-tiba datang. Keraguan sempat datang berkali-kali, Bagaimana jika aku diterima? Perusahaan ini adalah perusahaan impian saya. Saya juga begitu mencintai pekerjaan saya. Tenang esti. Coba dulu aja. Hasilnya serahkan ke Allah. Allah Maha Tahu yang terbaik.
Malam harinya, saya mengisi formulir dan meng-upload beberapa dokumen yang dipersyaratkan. Setelah sebulan menunggu, akhirnya November 2013 pengumuman-pun muncul. Pengumuman hasil seleksi administrasi itu datang begitu mendadak. Sehingga pada Senin pagi, saya tidak masuk kerja dengan alasan sakit. Dengan ragu, saya pun akhirnya pergi naik bis ke Jakarta. Alhasil, selama di perjalanan saya tetap bekerja dengan cara berkomunikasi dengan supplier-supplier via telpon.
Setelah naik ojek dari terminal rambutan, sampailah saya di Universitas Gunadarma, tepat jam 13.00. Untunglah ternyata saya masih sempat registrasi. Dengan masih terengah-engah karena lelah berlari, saya membaca dan mengerjakan semua soal Tes Kemampuan Akademik dan Tes English. Setelah mengisi soal-soal tersebut, jumlah score ternyata langsung terpampang di monitor tersebut. Setelah keluar ruangan tes, saya mengajak berkenalan orang-orang di sekitar saya. Kami-pun membandingkan score kami masing-masing, dan ternyata score saya tidak besar. Kecemasan pun mulai datang.
Pada bulan Desember 2013, hari Kamis, saya menerima e-mail dari Dikti yang isinya bahwa saya diterima sebagai calon dosen Vokasi, dengan syarat mengikuti pelatihan Bahasa Inggris di Universitas Indonesia selama 6 bulan. Saya ternganga, karena jika saya memillih mengejar cita-cita saya untuk kuliah di luar negeri- saya harus resign dan mengikuti pelatihan Bahasa Inggris (mengikuti pelatihan Bahasa Inggris belum tentu lulus, karena masih ada proses tes seleksi lagi setelahnya). Keputusan ini harus dibuat dalam kurun waktu 3 hari, karena jika saya memtuskan untuk melanjutkan proses seleksi, hari Senin saya sudah harus datang ke Universitas Indonesia dan menandatangani surat perjanjian.
Setelah sharing dengan orang tua, rekan kerja, dan senior, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan seleksi beasiswa. Itu artinya, pada hari Jumat saya harus mengajukan resign dari perusahaan.
Kesempatan ini tidak akan datang dua kali.
Di hari Jumat pagi, team leader memanggil saya ke ruangan. Saya tersenyum ketika ia memanggi saya ke ruangannya. Oke, inilah saat yang tepat untuk mengajukan resign. Di ruangan itu, ia menghela nafas kemudian ia meminta maaf karena sering menjibuni saya dengan banyak deadline kerja, sehingga pada weekend saya sering masuk kerja. Namun, dia berharap saya maklum, karena perusahaan memang dalam masa commissioning. Kemudian di mengatakan bahwa di di KPA bulan Desember ini, dia akan memberikan saya nilai A. Dia akan mengajukannya ke atasannya.
Hati saya begitu sedih ketika mendengar beliau terus berbicara. Ya ampun, jahatnya saya. Kenapa harus hari ini. Dia begitu baik. Air mata pun tak sengaja terus menetes. Ia kaget melihat saya menangis. “What happen?”
“Thank you very much. You are so kind to me. I am sorry Mr. Actually yesterday I got an e-mail from Indonesia government. I want to school abroad and being a lecturer.”
“What do you mean?”
“I want to resign from this company. I want to school abroad”
“Where? When?”
“Germany. I have to resign today, because on Monday I will sign the contract with Government and join English training.”
Mukanya memerah, ia tidak menyetujui resign-ku karena alasan resign yang terlalu mendadak. Dengan wajah memerah karena marah, ia pun membawa saya ke atasannya, Pak Eddy. Di ruangan Pak Eddy, saya memperlihatkan surat undangan dari Dikti. Setelah membacanya, Pak Eddy tersenyum seraya berkata: “Ini bagus. Saya dukung kamu. Kamu wanita, menjadi dosen adalah pekerjaan mulia. Kesempatan kuliah di luar negeri dan apalagi menjadi dosen ini jangan kamu sia-siakan. Selamat ya.”
Saya tersenyum bahagia dan bersyukur. Semua proses dilancarkan. Pak Eddy menyuruh saya tenang dan kembali ke meja kerja saya. “Kasih saya lima copy surat resign, biar saya yang kasih surat resign ke Direktur Departemen ini dan Direktur HR. Kamu ga usah ngehadap mereka. Kamu duduk di sini aja, bikin progress report dan detail pekerjaan kamu yang pending. Nanti saya dan Mr.Park yang akan membagi-bagi pending item kamu.”
Subhanalloh. Terima kasih Ya Allah. Ketika hamba mengalami kesulitan, Engkau memberikan jalan lewat bantuan dari orang ini.
*
Hari Senin, saya naik bis dari Cilegon ke Jakarta. Di sana kami disambut oleh orang Dikti. Sempat ada kesalahpahaman antara kami dengan pihak yang diutus oleh Dikti. Kebetulan beliau belum mengetahui program baru ini dengan jelas (Program BPPLN Calon-Dosen Vokasi DIV merupakan yang pertama kalinya).
Kami, yang telah resign dari pekerjaan, mencoba untuk tenang ketika mendengar opini beliau. Kami pun mengirim e-mail ke Dikti dan meminta konfirmasi. Alhamdulillah, e-mail balasan dari Dikti menenangkan kami. Ternyata kami yang bukan dosen, bisa melanjutkan tes seleksi ini.
Kabar mengejutkan dari Dikti datang kembali di bulan Maret 2014. Dikti mengabarkan bahwa negara tujuan kuliah dipersempit menjadi hanya 3 negara; Austria, Jerman, dan Taiwan. Dan sesuai dengan background kami DIV, kami harus memilih FH (Fachhochschulreife).
Setelah 2 bulan pelatihan Bahasa Inggris, saya merasa bosan, saya merasa Bahasa Inggris saya tidak mengingkat. Saya rindu kegiatan sibuk. Saya rindu perusahaan saya, yang di sana saya merasa Bahasa Inggris saya lebih meningkat. Saya-pun akhirnya tidak belajar dengan maksimal. Kesalahan saya adalah, saya cepat merasa puas. Saya lebih banyak menghabiskan waktu saya untuk ke hang-out ke mall, bioskop, makan di luar, dll.
Ketika pengumuman hasil IELTS dibuka, dada saya sesak ketika melihat hasil IELTS: 6.0. Sedih memang, penyesalan datangnya terakhir.
Dengan berbekal score IELTS 6.0, saya meng-apply ke beberapa Universitas di Jerman dan Taiwan. Namun, ternyata penyebab saya ditolak oleh Universitas di Jerman adalah karena masalah akreditasi. Jerman memiliki sistem akreditasi sendiri, dan Polteknik Negeri Bandung memiliki akreditasi H-.
http://anabin.kmk.org/no_cache/filter/institutionen.html
Tidak ada waktu untuk bersedih, saya harus segera merubah haluan saya ke negara lain, Taiwan. Taiwan sedang gencar-gencarnya meningkatkan jumlah mahasiswa Internasional. Tidak heran, ESIT dan beberapa Professor dari beberapa Universitas di Taiwan datang ke kelas kami untuk mempromosikan Universitasnya.
Semua informasi Universitas dan beasiswa di Taiwan tersedia lengkap di http://www.esit.org.tw/. ESIT (Elite Study in Taiwan) adalah suatu project Ministry of Education Taiwan. Pihak ESIT sangat komunikatif, mereka selalu membalas semua e-mail pertanyaan dari kami dengan cepat dan jelas.
Setelah memilih Universitas yang diinginkan dan mendapatkan Professor pembimbing, kami daftar online lagi ke website Dikti, lalu mengikuti proses seleksi wawancara. Pihak DIKTI sangat baik dan ramah, dengan tangan terbuka mereka membantu kami yang kebingungan dengan memberikan petunjuk dan saran agar kami mendapatkan surat Setneg tepat waktu sebelum study di Taiwan dimulai.
*
16 September, 2014, kami -saya, 9 teman yang satu program dengan saya, dan 2 dosen yang akan kuliah di kampus yang sama- tiba di National Yunlin University of Science and Technology, Taiwan. Mata kuliah diajarkan dengan dwi bahasa: setelah dosen menjelaskan dengan menggunakan English, dia akan menjelaskan lagi dengan Chinese. Di kelas Finance ini, tidak banyak mahasiswa yang lancar berbahasa Inggris.
Taiwanese ternyata sangat ramah. Jika boleh membandingkan dengan orang China daratan (Chinese), Taiwanese lebih ramah dan terbuka. Mereka juga sangat menghargai agama kami. Mayoritas Professor dan teman-teman saya di Taiwan tidak memiliki agama. Di kota Yunlin -kota tempat saya melanjutkan study-, tidak ada yang memakai kerudung. Sehingga, ketika semester pertama kami di sini, setiap hari kami disapa, diajak mengobrol, dan menjadi objek foto mereka. Tidak hanya teman-teman di kampus dan masyarakat saja yang heran, ternyata beberapa dosen saya juga bertanya mengapa kami memakai kerudung. Apakah itu baju adat Indonesia?
Kenapa kalian memakai penutup kepala? Apa kalian botak, atau rambut kalian rusak?
Udaranya panas di sini, apa kalian tidak akan membuka penutup kepalanya sekarang?

Gambar 1. Berita di dua koran lokal Taiwan tentang kedatangan kami

Kuliah di Taiwan memiliki keuntungan-keuntungan tersendiri yang mungkin tidak akan saya dapatkan jika saya kuliah di negara lain:
1.      Mendapatkan fasilitas prayer room di Jurusan,
2.      Belajar bahasa Internasional ke-dua: Chinese,
3.      Memiliki kesempatan lebih besar untuk aktif di kegiatan PPI Taiwan,
4.      Dapat mengikuti kegiatan sosial untuk membantu TKI
Di Taiwan, kami tidak saja mengikuti kegiatan sosial untuk masyarakat lokal, kami juga menyelenggarakan acara pelatihan, seminar dan workshops untuk meningkatkan skills mereka (English, komputer, dan cara membuat bisnis di Indonesia)

Di semester saya yang ke-dua ini, saya bersyukur karena hingga saat ini beasiswa saya lancar. Tinggal di kota ini memiliki keuntungan sendiri karena biaya hidup di sini tidak semahal biaya hidup di ibu kota. Sehingga saya bisa menyisihkan uang saya untuk Ibu saya umrah. Untuk semester pertama di sini, Alhamdulillah saya peringkat 6 di angkatan 103 Finance ini. Walaupun bukan 3 besar, tapi saya senang karena saya mampu bersaing dengan Taiwanese. Semoga saya tidak cepat merasa puas lagi, dan kedepannya saya bisa mendapatkan peringkat yang lebih bagus lagi. Amiin.
Untuk teman-teman yang ingin melanjutkan kuliah di luar negeri, akan lebih baik jika mengantongi Letter of Acceptance (LOA) terlebih dahulu dari Universitas yang diinginkan. Biasanya jika sudah mengantongi surat ini, pihak pemberi beasiswa seperti LPDP dan Dikti tidak akan ragu untuk memberikan beasiswanya.


Sering-seringlah memantau web pemberi beasiswa, dan tetap keep contact dengan bagian administrasi di Universitas sebelumnya. Siapa tahu, meereka menyelenggaran program beasiswa yang baru seperti yang saya dapatkan ini. 

Saturday, December 13, 2014

Jalan-jalan di Kota Yunlin - Taiwan

Tinggal dan sekolah di Yunlin, tapi belum pernah keliling Yunlin, belum afdol pastinya. Oleh karena itu, ikutan acara yang diselenggarain international affairs di universitas. Walaupun event kali ini, international students yang datang 3 negara: China-Malaysia-Indonesia.. #refresh #otak #pikiran #hiburan .. daripada mumet mikirin tugas muluu..

Desember 2014 ini lagi musim winter, beberapa hari ini di Yunlin berkisar 11-18 derajat Celcius, Katanya, besok lusa bakal 8 atau 9 derajat Celcius. FYI, gedung-gedung di Taiwan ga ada heater. And FYI, di Taiwan gada salju. Kalo mau ngeliat salju pun kamu harus ke Hu Han Shu dulu (gatau lah aku lupa nama gunungnya apa, tapi pengucapannya kayak gitu). Rencananya bulan Januari depan, sama beberapa temen mau ke Jepang niih (demiii ngerasain dinginnya salju :p). (Semoga jadii ke Jepaaanngg. Amiin).

Hari ini pergi sama international students, ke 3 tujuan:
1.  Visit Chao Yang Solar Farm, Kang Yao di Mailiao
     Apa saja yang bisa dilakukan disana?
     Learn how to Kang Yao
     Put food into the “Yao”
     See around Solar Farm
     Lunch Time
 





2. Visit Ding Shi Colorful Painting Community







3. Visit Shing-long Textile Factory


Too lazy for adding description in this blog.. :) arr...
#semangat #lanjut #nugas #back to real world baby!

 

Tuesday, July 22, 2014

Konspirasi Internasional di Indonesia

Yesterday, I read a book with title “Reformasi Kesejahteraan Aparatur Negara”. This book is still outstanding even though it is published in 2010 (4 years ago). The book tells an abundance explanation about pension fund and a little international confederation. Personally, it is more interesting for me to read about the explanation of International Confederation.

Sorry, it has been a long time I didn’t write any opinion. I lost my writing ability, it is different with 2-4 years ago, when I was an undergraduate student (OMG, I want to study again). Sorry, I don’t think that plagiarism is a criminality. So, here it is what the book say:

KONSPIRASI INTERNASIONAL

“Dengan adanya kebutuhan untuk menutup deficit nereca pembayaran luar negeri dan untuk pembiayaan pembangunan maka sejak bertahun-tahun Indonesia sangat tergantung kepada hutang luar negeri sampai terakumulasi dalam jumlah yang sangat besar dan berat untuk dibayar kembali. Beban hutang luar negeri menjadi semakin parah pada saat terjad penurunan nilai mata uang rupiah yang sangat signifikan.
Hutang luar negeri diantaranya berasal dari Negara-negara donor yang tergabung dalam International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. Pendirian kedua lembaga keuangan internasional tersebut didasarkan atas kesepakatan Bretton Woods pada tahun 1945. Sejak tahun 1970 IMF telah mengeluarkan Special Drawing Rights (SDRs) sebagai pengganti emas dan dapat digunakan sebagai cadangan uang luar negeri. Julah SDRs dapat ditentukan oleh IMF sepanjang dianggap perlu untk meningkatkan cadangan internasional untuk menumbuhkan perdagangan dan ekonomi dunia.
Menilik dari motif pendirian dan sumber pendanaan IMF tersebut jelas menunjukkan bahwa system pinjaman luar negeri yang dijalankan IMF mempunyai unsur riba dan didasarkan kepada mata uang yang riba pula. Dalam kolom Renungan Ramadhan di harian Media Indoensia tanggal 10 November 2003, Nurcholis Madjid menulis artikel dengan judul “Riba adalah Perbuatan Paling Haram”. Dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa Allah memberikan peringatan yang sangat keras mengenai riba ini sebab dapat menjurus kea rah perbudakan (exploitation human by man).
Penjelasan Cak Nur tersebut sanga relevan dengan kondisi Indonesia akhir-akhir ini. Masih jelas dalam ingatan kita bagaimana seorang Campdesu yang saat ini menjadi Presiden Direktur IMF dengan sangat ponghanya menyaksikan manan Presiden Suharto yang tengah mendandatangani Letter of Intent (LOI) untuk mendapatkan tambahan hutang luar negeri pada saat Indonesia mengalami krisis ekonomi dan moneter yang sangat parah.
Kesan proses penindasan manusia kepada manusia lainnya (exploitation human by man) juga dapat dengan jelas disaksikan dari berbagai tuntutan IMF terhadap pemerintah Indonesia untuk melakukan apa saja yang dapat menguntungkan negara-negara donor yag tergabng IMF tersebut. Di antaranya termasuk tekanan IMF untuk melakukan privatisasi yang berarti harus menjual asset-aset negaar kepada Negara-negara tersebut dengan harga yang murah. “

“Korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) sudah menjadi penyakit yang sangat kronis bagi bangsa Indonesia dan sudah berlangsung hampir di seluruh lembaga dan meliputi semua aspek kehidupan. Data terakhir menunjukkan bahwa Indoensia masih tergolog yang mempunyai tingkat korupsi yang tinggi di dunia. Berdasarkan corruption index yang dikeluarkan oleh lembaga internasional, Indonesia menduduki peringkat yang tertinggi di Asean dengan angka indeks 2,15; Philippina 3,92; Thaland 5.18; Malaysia 7,38; Singapura 8,22.
Kondisi ini tentunya menjelaskan suatu tingkat korupsi yang sangat luar biasa cakupannya, termasuk aparatur negara serta pejabat negaranya. Sebagai dampak dari praktek-praktek KKN tersebut, maka Indonesia mengalamai krisis yang berkepanjangan dan timbulnya bencana yang terus-menerus. Negara-negara di Asean yang terkena krisis akibat krisis moneter yang dimulai tahun 1997 telah mulai menunjukkan perbaikan ekonominya. Namun Indonesia bahkan terperososk menjadi krisis yang berlarutlaut bahkan bertambah menjadi krisis moral dan akhlak. Kondisi ini diperparah dengan munculnya berbagai bencana alam yang melanda di seluruh pelosok tanahair. Bencana gnug berapi, banjir, tsunami telah menambah penderitaan dan memperparah keadaan serta menambah beban keuangan negara.
Patut diduga bahwa akibat pembiayaan pembangunan dengan menggunakan sumber pembiayaan yang kotor dan ribawi serta APBN yang kotor, maka terjadilah berbagai bencana dan krisis termasuk korupsi.
Sebagi resultante dari berbagai permasalahan tersebut maka kemiskinan di Indonesia semakin mengingkat. Data dari ILO menunjukkan bahwa jmlah masyarakat yang miskin meningkat dari 34,5 juta pada tahun 1996 menjadi 38,4 juta pada than 2002. Jumlah ini berkisar 18%-24% dari jumlah penduduk dan kebanyakan terjadi di sector pertanian yan gmencapai 57%-70%. Ha ini menunjukkan bahwa kebijakan penciptaan laparngan kerja tidak berjalan optimal dan keadaan ini juga diakibatkan oleh adanya kendala dalam pembiayaan investasi jangka panjang.”
“Sebagai akibat dari krisis ekonomi dan moneter yang sangat hebat sejak tahun 1997 dan akibatnya sangat terasa bagi seluruh sendi perekonomian bahwa kehidupan bangga dan negara Indonesia, maka, Presiden soeharto setuju meminta bantuan IMF. Lewat perjanjian yang disepakati, IMF setuju untuk memberikan paket pinjaman bersyarat senilai $ 36 miliar selama 1997-2003. Namun sesuai dengan surat sanggup atau Letter Of Intent (LOI) yang ditandatangani Indonesia harus menjalani reformasi dan pembatasan-pembtasan yang ketat, mulai dari penutupan bank, penjualan Aset BUMN hingga menaikkan suku bunga, menimbulkan gelombang protes dan kemarahan. Namun demikian, nasehat-nasehat IMF banyak yang justru salah arah. Dalam surat kabar Kompas dan Tempo tanggal 14 November 2003 tertulis peryataan dari Asisten Direktur IMF untuk Asia Pasific Charles Adams di Bangkok, Thailand seperti dikutip AFP yang menyatakan “Kami mengakui telah melakukan kesalahan selama mengagani krisis di Asia. Tiak semua orang sependapat dalam hal apa pastinya kesalahan-kesalahan itu.” Dalam Koran /tempo tanggal 24 Juni 2004 Lembaga Pengawas Independen IMF (The Independent Evaluation Office) dalam laporan terbarunya menyebutkan, IMF telah gagal memahami problem utama krisis yang dihadapi Indonesia pada 1997. IMF juga telah melakukan kesalahan dengan memberikan nasehat dan jalan keluar yang kurang tepat bagi Indonesia dalam mengatasi krisis ekonominya.
Indikasi terjadinya konspirasi internasional untuk melemahkan negara dan bangsa Indoensia dapat tercermin dari Pengakuan Perkins. Perkins yang warganegara Amerika Serikat menuliskan pengalamannya selama menjadi “hit-man” dalam bukunya “The Confessions of an Economic Hit Man” mengakui bahwa selama masa tugasnya yang pertama kali di luar negeri adalah di Indonesia. Selama itu dia tinggal Hotel Borobudur dengan tujuan untuk membuat Indonesia menjadi negara yang selaanya sangat tergantung dengan pinjaman luar negeri. Dengan memanipulasi laporan keuangan proyek untuk memudahkan mendapatkan dana dari luar negeri kemudian menjerumuskan negara ini ke dalam jurang utang yang terus menerus dan sulit untuk dibayar. Setelah tergantung dari pinjaman, maka kemudian mencoba dihancurkan ekonominya dengan jalan penguasaan sumber alam dan sumber daya ekonominya. Upaya yang dilakukan selama itu antara lain menyebarkan berita kebohongan dengan mengatakan bahwa ekonomi Indoensia semakin baik fundamennya kuat dengan memanfaatkan pinjaman dari lembaga-lembaga keuangan international.
Oleh karena itu, sudah saatnya Indonesia lebih mandiri sebagai bangsa dan negara. IMF telah mengakui kesalahannya dalam memberikan nasehat kepada Indonesia. Namun demikian, Indonesia telah terlanjur dilanda krisis yang berkepanjangan, PHK merajalela, kemisikinan dan pengangguran di mana-mana, serta penguasaan asset-asset nasional oleh pihak asing sebagai akibat privatisassi,serta terjadinya low trust society.
Selama ini Indoensia telah mengikuti nasehat IMF dengan mentah-mentah tanpa suatu penelitian dan pendalaman terlebih dahulu. Jikapun telah melalui pengkajian berarti diterima karena kebodohan kita. Apakah dengan demikian IMF akan dengan serta merta membebaskan Indonesia dari beban hutang  kepada mereka? Tentunya mereka tidak akan melakukan hal itu, karena mungkin memang kondisi demikianlah yang diharapkannya sehingga Indoensia semakin tergantung kepada nasehat dan bantuannya. Bila perlu Pemerintah harus mengajukan claim of damage kepada IMF.”

Those paragraphs are taken from Reformasi Kesejahteraan Aparatur Negara book, written by Drs. Achmad Subianto, MBA., and published by Yayasan Bermula dari Kanan in 2010.
I think this book is also recommended to read:
  Perkins, John, Confessions of An Economic Hitman, Berret-Khler Publishers, Inc, San Fransisco, 2004.
  Pilger, John, The New Rulers of The World, Verso, London, 2003.
  Sachs, Jeffrey, The End of Poverty, Economic Possibilities for Our Time, Penguin Press, New York, 2005
  Prawiro, Radius, Pergulatan Indonesia Membagnun Ekonomi, Pragmatisme dalam aksi, PT. Primamedia Pustaka, Jakarta, 2004
  Choeryanto Syaifoel, Ekonomi Indoensia, Penurunan dan Langkah Penanggulangan, Lembaga Penerbit FEUI, 2002.

READ MY RELATED POST ABOUT INTERNATIONAL CONSPIRATION IN INDONESIA: http://moyajanganmoyan.blogspot.tw/2014/07/konspirasi-internasional-di-indonesia.html

Wednesday, February 5, 2014

Braga Culinary Night (IELTS Writing)

There is a new local tourist attraction in Bandung city called Braga Culinary Night, the first culinary district for people who love to hang out and try many kinds of tasty and delicious foods. The event was held for the first time in January 11, 2014 and will be held every Saturday night –starting from 7 pm to 1 am. The event is held in Baraga Street, one of the historical streets in Bandung – West Java. The street is closed from any vehicles and decorated with colorful flying umbrellas, benches, and tables with flowers. There are more than 45 vendors in Braga Culinary Night (BCN) who sells foods and drinks in various prices, starting from the lowest price until the highest price. There are 3 zones in BCN such as low-price zone, medium-price zone, and high-price zone. In low-price zone, we can find a lot of foods such as fried rice, fried banana, fried chicken, timbel set and soto. You can find sushi, Japanese food consisting of cooked vinegared rice, in medium-price zone, and steak, a cut of grilled; pan-fried; or sliced broiled beef, in high-price zone. Not only that, there are some music stages in some spots for visitors who want to enliven this event. if you want to go to BCN with your family or friends, don’t forget to bring umbrella – because it’s rainy season – and please get ready for the crowd! When I came there, even though it was raining and very crowded, my friends and I still had so much fun there. Well, the Braga Culinary Night is so interesting, you must come to this event!

Jamu (IELTS Writing)

Jamu, traditional medicine in Indonesia, is made from herbs such as sugar, mint, and turmeric. Jamu has been made since 700 Century in the Mataram Kingdom era. Technology has made contribution in giving Jamu's new forms such as powder, pills, capsules, or drinking liquid. Jamu is usually sold by women who carry it in a basket (jamu gendong), or in food stall. We can make Jamu by ourselves because the ingredients are easy to get, especially in tropical zone like Indonesia. The ingredients of Jamu depend on people's illness. For example, if you suffer constipation, you can make Jamu from ginger (Zingiber Officinale), Kencur (Kaempferia Galnga), pepper, Adas (Foenicoulum Vulgare Mill), and citrus. On the other hand, if you suffer problems in your menstruation cycles, you can make Jamu from Beluntas leaves (Pluchea Indica), turmeric, java coconut sugar, and sour tamarind - these can cool your body too. Each herb of Jamu's ingredient gives different benefits for your body. For example, Beras Kencur will reduce body ache and sour tamarind will reduce stomachache. There are many kinds of Jamu. You should choose Jamu which meets your needs. 

Differences between Bugisnese and Sundanese foods

There are several differences between Bugisnese and Sundanese foods. Firstly, Bugisnese serve vegetables as side dish. On the other hand, Sundanese serve those as main course. For example, sometimes Sundanese will eat garnish in family gathering. Secondly, Bugisnese cakes are sweeter than Sundanese cakes. For example, Bugisnese dodols (Bajes) are sweeter than Sundanese dodols because Bugisnese add more sugar into their dodols (Bajes). Thirdly, Bugisnese tend to cool their main course by adding more coconut milk than Sundanese do. We think Sundanese foods are healthier than Bugisnese foods, but if you think Bugisnese foods are more delicious, you have to eat them proportionally. 

Tuesday, February 4, 2014

How to Apply for a Job

Some of fresh graduates students still don't know how to apply for a suitable job, so here are the steps. 
The first step is searching for job vacancies which offer work position that you want. You can do this by searching in websites, reading newspapers and attending job fairs. You have to find out the detailed information about the company and the offered position. However, make sure it is suitable for you. 
The second step is making the application letter and curriculum vitae that illustrate your personal information, education, skills, and work experience. You can learn how to make this from books, the Internet, or friends experiences. You can insert your transcript, graduation certificate, photos, and certificates of achievements into your application folder.
The third step is sending your application by mail, e-mail, or coming directly to the company or job fair. 
The fourth step is waiting for the interview invitation, and preparing yourself for the test. Sometimes it takes about two weeks. However, it can be longer or shorter. It depends on the company. Based on my experience when 1 applied for a job in Pertamina, they sent their invitation after i had waited for four months. 
The fifth step is taking the test. There are 3 kinds of tests: psychotest, interview test, and physical test. You have to improve your logical skills such as arithmetic, algibre, and kraeplin. Read more about interview tips. The more tips you know the more confident you are. Then, don't forget to keep your body healthy or to watch your health and consume various nutritious foods for your stamina and concentration. So that you can face the interview and do physical test well.
The last step is signing the work contract. Make sure that you read the contract carefully. If you don't get the job that you apply in the company, don't worry because maybe this job isn't suitable for you. You can find another job vacancy that is more suitable for you.

How Procurement (Buyer Staff) Buy Items from Suppliers (IELTS Writing)

Buying items from suppliers require a few steps.

The first step is grouping the items that you want to buy, for example, machinery items, probes, and safety items.
The second step is making lists of suppliers for each group. There should be more than 5 suppliers in every list. You can see suppliers classifications - classifications of supplies based on their products- as your reference. 
The third step is sending bidding invitations to the supplier and giving them the due date.
Two days before the due date, you have to remind them by sending an e-mail or making a phone call.
After five days, the next step is analyzing process and specifications of items which are listed on the quotations. You have to choose the successful supplier who gives the lowest price and has same qualifications with items that you need. Sometimes, the successful supplier can be more than one.
The last step is making the contract. At this step, you have to ask confirmations from the suppliers and user regarding the prices, delivery schedules, and specifications on draft contract. You have to make sure that the suppliers prices are lower than the budget and their qualifications are the same with what the user wants.
Please note that the user shouldn't know the names of suppliers and their prices. This is necessary to avoid some deceptions. If both agree with the draft contract, you can make the contract and send it to the suppliers. The task seems easy but it does require honesty and carefulness.

(simple example of basic IELTS Writing)

Nowadays, Korean music becomes popular in other countries, we can give several reasons for that. Firstly, they are creative in creating concepts. Each artist has her/his own characteristics. Secondly, the artists are good looking although they did plastic surgery to have a god look. Thirdly, they are very discipline in learning and practicing. Their performance are almost perfect. The last but not least, the Korea government supports them too to expand their entertainment industry to other countries. We can do the same things to increase popularity of Indonesian music industry.

Thursday, December 27, 2012

Pengaruh Pengendalian Intern Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah (Studi Kasus di Pemprov Jabar)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang Masalah Penelitian
Reformasi di bidang keuangan daerah dimulai dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 Juncto Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 Juncto Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Undang-Undang tersebut  menempatkan pemerintahan daerah sebagai titik berat otonomi, sehingga memberikan harapan bagi masyarakat untuk dapat menikmati pelayanan publik yang lebih baik.
Munculnya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban, dan Pengawasan Keuangan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran dan Belanja Daerah, serta Permendagri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Juncto Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri menjadi acuan pengelolaan keuangan daerah yang mana daerah-daerah diwajibkan menyusun APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan membuat SAKD (Sistem Akuntansi Keuangan Daerah). Tentunya hal ini dilaksanakan demi tercapainya good governance di Indonesia, yakni untuk mencapai negara yang transparan dan akuntabel.
Pengelolaan keuangan daerah saat ini harus mengalokasikan dana publik bagi kepentingan kesejahteraan masyarakat daerah, yang kemudianpertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah ini harus diperiksa Inspektorat maupun pemeriksa eksternal yakni BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).
Opini BPKterhadap seluruhLKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah)se-Indonesia Tahun 2010 menunjukkan kenaikan sebesar 4% dalam opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dibandingkan pada tahun 2008 dan 2009, dan penurunan dalam opini TMP (Tidak Memberikan Pendapat) dibandingkan opini LKPD Tahun 2008 sekitar 2% dan tidak mengalami perubahan dibandingkan opini LKPD Tahun 2009 (IHPS 2011). IHPS II Tahun 2011 juga menyajikan hasil evaluasi SPI (Sistem Pengendalian Intern) yang menunjukkan bahwa masih terdapat 805 kasus kelemahan dalam sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan, antara lain: 478 kasus pencatatan tidak/belum dilakukan secara akurat, 234 kasus proses penyusunan laporan tidak sesuai dengan ketentuan, 4 kasus entitas terlambat menyampaikan laporan, 74 kasus sistem informasi akuntansi dan pelaporan tidak memadai, dan 15 kasus sistem informasi akuntansi dan pelaporan belum didukung SDM (Sumber Daya Manusia) yang memadai.
Sejak tahun 2006 sampai dengan Tahun 2010, Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara berturut-turut mendapatkan opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Adapun BPK memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 ini, kecuali atas piutang pajak dan persediaan.
Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Tahun 2011 atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dapat dilihat bahwa pemberian opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian) Tahun 2010 ini dikarenakan adanya temuan berupa permasalahan nilai piutang pajak dan retribusi, kelemahan penyajian nilai persediaan, dan permasalahan dalam penyajian aset tetap. Permasalahan nilai piutang pajak dan retribusi ini antara lain: koreksi rekonsiliasi atas saldo piutang pajak tidak dapat ditelusuri ke data wajib pajakya, saldo piutang pajak belum mencerminkan hak daerah yang sebenarnya, dan piutang retribusi pemakaian kekayaan daerah belum dapat ditelusuri ke fisik SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah)-nya. Kelemahan penyajian nilai persediaan dalam LKPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010, antara lain: persediaan buku dan persediaan buffer stock obat APBN tidak didasarkan pada stock opname. Sedangkan, permasalahan dalam penyajian aset tetap, antara lain: laporan belum mencakup tanah dan bangunan yang sudah diserahkan ke Pemerintah Pusat, masih banyaknya unit bangunan masih dicatat dengan nilai Rp 1,00 atau Rp 0,00, serta bangunan, peralatan dan mesin tidak jelas keberadaan fisiknya.
Temuan-temuan BPK atas Laporan Keuangan  Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut mencerminkan belum memadainya pengendalian fisik atas aset, pencatatan yang tidak akurat dan tepat waktu atas transaksi dan kejadian, serta pengendalian yang kurang atas pengelolaan sistem informasi. Tentunya hal ini menunjukkan bahwa efektivitas SPI (Sistem Pengendalian Intern) Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat masih belum optimal, yang memperlihatkan masih lemahnya transparansi dan akuntabilitas publik.
Dengan masih lemahnya transparansi dan akuntabilitas tentunya dapat membuka lebar peluang terjadinya manipulasi data yang berujung pada kecurangan. Salah satu upaya mencegah terjadinya kecurangan yang merupakan unsur utama perbuatan korupsi ini adalah dengan meningkatkan dan membangun pengendalian intern yang baik dan menyeluruh.
Pengendalian intern merupakan upaya yang dilakukan mencakup unsur-unsur pengendalian intern: lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan, untuk mengarahkan seluruh kegiatan agar tujuan dari kegiatan dapat dicapai secara efektif, efisien, dipercayanya informasi dan data, serta ditaatinya peraturan dan ketentuan yang berlaku. Agar pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah terlaksana dengan baik, maka SAKD (Sistem Akuntansi Keuangan Daerah) harus disusun dan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan menerapkan pengendalian intern secara baik dan efektif pada suatu pemerintahan, maka akan meningkatkan kualitas akuntabilitas publik dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tersebut.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dalam Pasal 58 dengan sangat tepat mengamanatkan kepada Presiden RI selaku Kepala Pemerintahan, agar mengatur dan menyelenggarakan pengendalian intern di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh, untuk meningkatkan kinerja, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah / negara.
Berdasarkan paparan di atas, penulis merasa tertarikmembuat penelitian untuk melihat pengaruh pengendalian intern terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Maka, penulis akan melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH PENGENDALIAN INTERN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH (SAKD) TERHADAP TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN DAERAH (Studi Kasus di Pemerintah Provinsi Jawa Barat).”Penelitian ini mengacu pada peneilitian Neneng (2010) dengan judul  Pengaruh Sistem Pengendalian Intern terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Aset Tetap Pemerintah dan penelitian Ikhsan (2011) dengan judul Pengaruh Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah terhadap Akuntabilitas Publik.

1.2           Perumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis merumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut:
1.       Bagaimanakah pelaksanaan pengendalian intern di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
2.  Bagaimana pengaruh pengendalian intern dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, secara simultan.
3.     Bagaimana pengaruh komponen pengendalian intern dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, secara parsial.

1.3           Pembatasan Masalah Penelitian
Dikarenakan adanya keterbatasan waktu, dana, dan tenaga, maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasi akan penulis teliti. Penulis merumuskan batasan masalah antara lain sebagai berikut:
1.    Penelitian difokuskan pada pengendalian intern yang meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah, yang merupakan adopsi dari COSO (Committee of Sponsoring Organization of Treadway Commission).
2.  Penelitian ini hanya mencakup Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang dilakukan secara manual, sehingga tidak termasuk Sistem Akuntansi Keuangan Daerah secara terkomputerisasi (misalnya: SIMDA Keuangan, SIPKD, ATISISBADA, dan lain-lain).
3.    Penelitian ini difokuskan pada persepsi atau tanggapan responden yang berkaitan dengan Pengendalian Intern dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) terhadap transparansi dan akuntabilitas.
4.  Penelitian difokuskan pada pegawai di Bagian Keuangan atau Bidang Akuntansi dan Pelaporan di SKPD/OPD di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
5.     Alat bantu yang digunakan untuk mengolah data dan menganalisis data statistik sampai dapat menyajikan informasi ialah dengan menggunakan SPSS 20.0 dan Microsoft Office Excel 2007.

1.4           Tujuan Penelitian
1.4.1        Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian ini ialah untuk memperoleh data dan informasi tentang pengaruh pengendalian internal dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap transparansidan akuntabilitas keuangan daerah di Pemerintah Provinsi Jawa Barat baik secara simultan maupun secara parsial.

1.4.2        Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal mengenai:
1.  Apakah pengendalian intern yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.
2.   Pengaruh variabel pengendalian intern dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

1.5           Manfaat Penelitian
Penelitian yang penulis lakukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak terkait, antara lain:
1.       Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menambah pengetahuan  mengenai pengaruh pengendalian intern dan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah, dan juga mengetahui seberapa besar pengaruh pengendalian internal dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.
2.       Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah dan menjadi salah satu referensi mengenai pengaruh Pengendalian Internal dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.

Saturday, January 28, 2012

Balloons (IELTS Writing)


Almost everybody in the world knows balloons. In the past, balloons are just something made of rubber material, which have elastic chaacteristic. Nowadays, balloons have a lot of modifications. Ballons are something made of rubber, latex, or plastic material, which have interesting colours and unique shapes. Balloons filled with a gas, such as oxgen, hydrogen, helium, or air. There are a lot of balloon’s kinds and functions, which are will be described on this essay.
Nowadays, balloons have a lot of kinds. For example, there are printing latex balloons, LED flashing balloons, inflatable balloons, gondola balloons, Zeppelin balloons (Remote Control balloons) and whistle balloons. Not only that, there are water balloons and hot air balloons. Water ballons are thin and small, filled with water and intended to be easily broken. While, hot air balloons are big, using air heated with hydrogen and can go to the athmosphere.
A lot of kinds of balloons make balloons have a lot of functions. Ballons are used as decorations in a lot of occasions, such as: wedding party and birthday party. Ballons can be used as one of promotion media, supporting media in sport games, and as a toys (as volleyball, paintball, etc). Whereas, ballons (especially gondola) can carries people, animals, or automatic equipment (cameras and telescopes).
In conclusion, there are a lot of kinds and functions of balloons, which makes balloons more interesting and makes us fun. 

Exaggerated statements

(picture from kimariyani.blogspot.com) 
Since reformation era, mass media has the rights to give an opinion and to speak it out to the public. But there are a lot of exaggerated statements made by mass media who criticize the government. Of course, it is dangerous. Mass media shouldn’t make exaggerated statements about government for the reasons listed.

Exaggerated statements will make Indonesia’s image deteriorated in the eyes of foreigners, and it will cause bad effects to our nation and state. For example, in 2011, one of TV media made a statement that Indonesia was on its way to the failed state. After heard that there were a lot of  investors thought that Indonesia was messed up. They were being afraid to invest their money in Indonesia. However, we need that investment to increase our welfare of society.

Nowadays, mass media has been something which is very needed by the public. Mass media have some power to influence public’s opinion, and I think  there are several of mass medias which have been out of limit. They tend to influence public to have the same opinion. They did dramatization and made exaggerated statements which can cause misunderstanding between public and government.

On the other hand, they are people who agree if mass media do the exaggerated statements. They have their own interest about this, for example: to increase the rating of that mass  media and for politic’s purposes. In addition, the politic’s purposes can be such as: to promote their own politic’s party, to move the existing issues, to hit the government, and so on.

In conclusion, I don’t agree if mass media make exaggerated statements because it can cause bad effects, especially for the investor’s and public’s trust. The public should be able in assessing the truth. Media Massa has to obey Broadcast Laws and not only give the negative sides but also the positive sides of government. 

Wednesday, January 4, 2012

Fingernail Clipper.


Fingernail Clippers are used for trimming fingernails only.
Direction For Use:
1.       Lift handle and swivel to from “V” shape with clipper base.
2.       Cut fingernails to a shape and length, which you prefer.
3.       Do not cut out your nails too short for maximum safety and comfort.
To provide best results, ensure nails are cut when wet for smoother edges and prevent cracking. Be sure to clean the nail clippers and keep it in a dry place to ensure durable performance.

Warning: Keep out of reach of children. Patient who suffering from diabetes, hemophiliac, and poor blood circulation are advised to consult their doctors before use.

Monday, November 21, 2011

ngebolang ke Yogya ala backpacker


Liburan semester 6, tanggal 19 July 2011, pergi ke Yogyajarta, 6 cewek, 10 cowok. Kita rencananya mau ngebolang nih. Yaaah, ngebolang ala backpacker laah. HEMAT SEHEMAT-HEMATNYAH! :D
Hari pertama , 19 Juli 2011, Sore hari
Dari rumah pergi kekosan (Ciwaruga) Rp14.000, dari kosan nyewa angkot ke stasiun di Cimahi Rp 45.000 (per orang: 5ribu). Dari stasiun Cimahi naik kereta ekonomi ke stasiun Padalarang Rp. 1.000.
Jam 8 malam, Naik kereta ekonomi dari stasiun Padalarang ke stasiun Lempuyangan Rp 30.000. (Tiket sudah dibeli beberapa hari sebelum hari-H). Kalo mau naik kereta bisnis, bayarnya Rp 130.000. Hohoho. Jadi ngehemat Rp 100.000 kaan kalo naik kereta ekonomi. :P Lagi pula, enak kok naek kereta ekonomi, mungkin gara-gara saya duduk dengan 2 cewe dan 3 cowo, dan kami juga membuat kegaduhan dengan bermain kartu selama perjalanan, jadi ga kerasa lamanya, malahan asik. Berbeda dengan teman-teman saya yang duduk dibelakang saya, mereka ga maen kartu, jadi bosen, kerasa deh betenya. :cool:
Yang harus diingat Jika memutuskan ingin naik kereta ekonomi:
1. Beli tiket di stasiun awal keberangkatan; misalnya stasiun Padalarang. Jadi, keretanya masih kosong.
2. Persiapkan dan packing barang-barang yang sekiranya kamu perlukan. Jangan lupa bawa promag, kamu gamau kan tiba-tiba di perjalanan, lambung kamu perih. Meraaanaaa T_T . Gada yang bisa nolongin kamu, bahkan sahabat kamu sendiri pasti bingung mau ngapain, cuma promag yang bisa, obat sakit maag yang bekerja cepat dan melindungi lebih lama! (Jadi inget pengalaman memalukan saya: Di depan pacar, berguling-guling (posisi : nonggeng/ sujud) sambil megangin perut, udah gitu ngerintih pula. Terus dia ngasih promag, ga nyampe 5 menit setelah saya minum promag, langsung berangsur-angsur pulih tiap detiknya. Terus saya cengar-cengir di hadapan pacar saya (malu >.
3. Sebelum naik kereta, buang air dulu. ;)  Jangan ambil resiko pengen pipis ketika di kereta. Karena kamu akan kesulitan nantinya, karena di WC pun dijadiin tempat buat tidur.
4. Pergi dengan teman-teman cowok. Jadi, ada yang ngelindungin. Seperti kemarin, saya duduk di kursi 3 yang berhadapan 3. Cewek duduk ditengah dan di dekat jendela, sedangkan cowok duduk di pinggir. Orang-orang yang memiliki (tiket tanpa tempat duduk) akan mencari kesempatan untuk duduk di kursi kamu :neutral: . Untuk menyiasatinya, 2 teman saya saling menopang kaki mereka satu sama lain, dan duduk ke pinggir, pokoknya agar tidak terlihat ada celah untuk mereka duduk. Tentunya,, ini untuk membuat saya dan teman cewe lainnya dapat duduk nyaman dan gag kesempitan. Makasi aprii,, arieeff  :D . apalagi apri yang mukanya serem, hha, tiap ada orang yang ngeliatin, langsung dia pelototin, hhah, (salah satu keuntungan punya muka galak).
5. Kereta ekonomi mengandalkan AG (angin Gelebug). Jadi, jangan sok soan dengan angin malam, sebaiknya bawa minyak angin aromatheraphy dan jaket, jika tidak ingin masuk angin. Masuk angin juga bisa jadi penyebab sakit maag. Makanya bawa promag buat jaga-jaga. Jangan sampai kamu ngerepotin orang lain yang belum dikenal.
6. Lindungi barang berharga kamu. Pastilah yaaa. Pokoknya jangan lengah. Kalo tas isi baju sih simpen aja di rak atas, gausa di *kekeupan (red:sundanese).
Jam 6 pagi, sampai di stasiun Lempuyangan. Kenapa Lempuyangaaan? Karena kereta ekonomi tidak berhenti di stasiun Tugu. Untuk menghemat waktu dan berasaskan kebersamaan, kami BERJALAN KAKI dari stasiun Lempuyangan ke Malioboro. Setelah makan di jalan Malioboro, kemudian kami mencari penginapan. Capenyaaa,, karena kami muter-muter ngikutin orang yang berniat ngebantu kami mencari penginapan di Jalan Sosro, sambil bawa-bawa tas segede bagong. :( . Akhirnya, karena harga yang ditawarkan di hotel tersebut terasa mahal dan kami juga cape diburu-buru ngikutin orang tersebut, kami memutuskan mencari sendiri.  Kemudian kami ke Hotel Kartika, ga perlu ke tempat lain lagi, karena kami langsung setuju dengan harga yang ditawarkan di Hotel tersebut. Bukan gedung hotel, bentuknya rumah, tapi namanya hotel kartika. Hahah. Mas nya baik, dan hotelnya juga cukup nyaman kok. Hotel: perhari Rp 65.000, kapasitas 2 org perkamar, jika ingin tambah orang maka tambah Rp20.000 per-orang.
Tidur 2 jam, mandi, kemudian capcuss jalan kaki ke Alun-Alun, ada festival jamu disana, tapi sayang waktu teman saya mau nyoba, malah dilarang sama masnyah. Hahhahhaha.
Lanjut ke Keraton. Tiket masuk Rp 10.000 per orang. Kemudian di tambah Rp 1.000 untuk kamera atau kamera HP. Ada tour guidenya, tapi kita kacangin, hhe, jadinya dia pergi deh (Soalnya kami takut diburu-buru waktu sama tour-guidenya).
Lanjut, makan di tempat makan, di dekat TamanSari.
Lalu, berlanjut ke Taman Sari. Tiketnya Rp 3.000 per-orang.
Pulangnya, masuk ke Masjid Bawah Tanah.
HOOkey, lalu kami kembali ke hotel. Istirahat sejenak. Malamnya, setelah mandi, kami makan di angkringan. Ada kopi joss, sate kuda, nasi kucing, sate jamur,dll disana. Hha. Tapi anak cowo aja yang beli kopi joss,, unik c, kopi pake batu arang,, katanya c bagus buat kesehatan, soalnya batu arang sbg penyerap zat kopi yg ga baik buat tubuh, supaya netral gitu. Di sana, kami sambil diskusi rencana untuk besok, mau kemana kitaaa? Mau ke borobudur-prambanan atau ke pantai Barong? Akhirnya, keputusan jatuh ke Borobudur-Prambanan. Karena, ke pantai Barong harus nyewa mobil, dan lagi karena disana masih sepi,, seharian di pantai ngapain coba? Warung juga masih jarang disana.
Pengennya sih belok ke Pasar Kembang (SARKEM), tapii cewe-cewe yang lain pada gamau. Padahal kan esti sama ika penasaran, pengen tau kayak gimana. Katanya anak” cowo c biasa ajja, kayak Saritem Bandung, sepi, Cuma da cewe-cewe yang bilang: sini mas,, sini mass. Hhhahah
Lanjut kembali ke hotel, sebelumnya beli wedang jahe dulu biar anget, Rp 5.000.
Cape banget, JALAN KAKI dari stasiun Lempuyang ke Malioboro, dari Malioboro ke Keraton, dari Keraton ke TamanSAri, dari TamanSari balik lagi ke Malioboro. Jalan Kaki!! Ohh, kebersamaan yang begitu indah, bukankah begitu kakiku??! Hhah. GEMPOOOR
Hari ke dua ,,
Banguuuuunnn!!! Hari ini kami mandi, kemudian ke stasiun tugu. Ternyata, tiket kereta bisnis sudah sold out! L ,, bingung deh hari jumat mau pulang ke bandung pake apa, karena kemarin setibanya di stasiun lempuyangan ternyata tiket kereta ekonomi untuk tiket yang duduk telah sold out.
Berlanjut makan di Jalan Malioboro. Kemudian naeik bus transyogya Rp 3.000. Kemudian ganti dengan bus trans yang lain (tapi ga bayar lagi). Tiba di stasiun jombor, naik bis ke borobudur (satu-satunya angkutan umum menuju ke sana), per orang Rp 10.000 (untuk bukan rombongan/ turis asing: Rp 15.000).
Tiba, kemudian naik andong Rp 15.000 per-andong. Padahal jalan kaki juga bisa sih. Tiket masuk Borobudur Rp 20.000 per orang.
Sayangnya, karena hujan, gajadi deh ke Prambanannya. Pulangnya naik angkutan yang sama ajah. Kamu bisa makan di stasiun jombor/jombang?! , ada cafe yang lumayan murah disana.
Tiba di Hotel, kemudian mandi, lanjut jalan-jalan. Setelah tawar menawar dengan tukang becak dan tukang andong, untuk sampai di alun-alun kidul, kami memutuskan jalan kaki kemudian naik becak dari Pasar Bringharjo Rp 15.000 per-andong. Lebih hemat Rp 5.000 dibanding naik dari Malioboro.
Di Alun-alun kidul ada 2 Pohon Beringin. Tauu kaaaannn.. Itu yang bikin saya penasaran dan pengen ke Yogya. Tutup mata kamu, terus jalan sampai melalui jalan di antara 2 pohon beringin, kalo berhasil ya berarti jodoh, begitu pula sebaliknya. Syang bgt, 2X aku mikirin orang yg sama, tapi ga berhasil. 1X ga mikirin apa-apa tapi tetep ga berhasil. Padahal temen-temen esti yang lain pada bisa (waktu pikiran mereka kosong, ga mikirin siapa-siapa). Yaa, itu tergantung kita siiih, percaya ga percayaa, gada salahnya maen-maen. Di alun-alun kidul rame banget! Asik buat nongkrong! Ramenya itu dari jam 5 sore. Kalo kamu ga bawa sesuatu untuk nutup mata kamu, kamu bisa nyewa Rp 4.000 untuk ngiket mata kamu. Kamu bisa nyewa sepeda yang nyala kelap-kelip untuk jalan-jalan mengelilingi lapangan alun-alun kidul, lucu banget deh! Untuk sepeda yang bertingkat, bisa muat 10 orang.
Balik lagi naek becak, lebih mahal, karena jalannya memutar dan menanjak untuk bisa sampai ke Jln Sosro (Hotel Kartika). Karena, Malioboro ituu hanya satu arah. Tidak lupa, beli lagi wedang jahe deket hotel, soalnya enak c, ga terlalu pedes kayak sakoteng di bandung, harganya Rp.4.000 (nah lo, kemarin 5rb skarang jadi 4rb,ckckck). -__-
Hari ketiga,,
Alarm hape bunyiii!!! Matiin alarm, tidur bentar, bangun, mandi, bangunin nak” cowo, sarapan coco crunch, packing (karena jam 12 siang ini, harus check out dari penginapan). Hari ini buat bersepeda dan belanja!
Naek becak pariwisata, Rp 5.000 kliling-kliling, jadi c masnya nungguin, itu bolak-balik! Murah banget kaaan! Rp 5.000 satu becak, bolak balik, hadduuuhh.. (kata masnya, becak pariwisata dapet pendapatan bulanan juga, ga seberapa c, dan mereka justru seneng kalo nganterin kita, jadi ga nganggur gitu, malah kita disuruh tenang, ga usah buru-buru. Mas becaknya juga ngajak berhenti di pasar bringharjo sama di tempat penjual dagadu yang asli. Tapi kami tolak, rencananya kami mau kliling-klilng pake sepeda sambil belanja). Mas becak nunjukin tempat yang ngejual gudeg yang asli, soalnya yang dipinggir jalan Malioboro, itu gag asli. Tapi mungkin karena tempatnya yang nyaman juga kayak cafe, jadi harganya juga lebih mahal, setara harga food court atau resto di bandung. Lanjut ke pabrik bakpia 25. Bakpia 25 yang paling terkenal. Begitu masuk langsung dikasi tester. Kita bisa ngeliat proses pembuatan bakpia. Begitu masnya ngeluarin bakpia” dari oven, terus aku makan satuuu,, emmmmm ennnyaaaaaakkk bangett >.
Karena anak cowo jumatan, kami nunggu mereka sambil istirahat di hotel. Sekaligus check out. Tas-tas kami keluarkan. Lalu, nyewa sepeda. Kebetulan di tempat kami menginap, menyediakan sepeda juga. Jadi bisa nyewa disitu ditambah nego nego lahhh. Jadinya Rp 10.000 per sepeda, J murah kaan. Ada sepeda ontel, ada sepeda yang biasa juga. Keliling-keliling ajaa sambil poto-poto, ke alun-alun, alun-alun kidul, dan makan bakso di deket stasiun tugu. Setelah itu belanja, tapi sayangnya ga ke Pasar Bringharjo padahal disana lebih murah dibanding Malioboro.
goes yogya :D
goes joyga,,
Rencana sii, ngebolang ala backpacker, tapi apa daya, rencana cuma rencana, iaa sih awalnya aja kita hemat. Gara-gara tiket kereta ekonomi dan bisnis habis, terpaksa cewe dan cowo berpisah :( . Cewe naek travel, Rp 150.000 per orang. Sedangkan cowo” naik kereta ekonomi. :(
Begitu nyampe di bandung, begitu mendengar cerita penderitaan anak” cowo di kereta ekonomi, bener-bener bikin ngakak! Mereka tidur di bawah, sambil menekuk lutut, pennuuuhh orang baannnggett, seseledekan, yang bikin ngakak begitu tau kalo salah satu temen kami matanya dikencingin kecoa, sampe bengkak. hadddeeehh  :lol:
Prihatin banget deh sama kereta ekonomi. Orang” sampe tidur dibawah jok kursi dan bahkan tidur pulas di WC. Gacuma laki-laki aja, perempuan seusia saya pun katanya ada. Bahkan, ibu-ibu juga ada, dia melindungi anaknya dengan menggendong dan memeluknya, jadi punggung ibunya yang disikut-sikut orang dan didorong-dorong. Subhanalloohh :( .