Tuesday, February 9, 2016

Review: SK-II Facial Treatment Essence and Facial Treatment Clear Lotion

Hi, everyone.

As you can see in the title, I want to review SK 2 products. I bought these two SK-II products in Trans Studio Mall- Bandung- Indonesia with price Rp 700,000 at the end of 2014. They gave me a package (include: one bottle of facial treatment essence (75 ml), one bottle of facial treatment clear lotion (30 ml), and a sheet of SK-II face mask.

When I was buying this product, I had an acne prone skin. I had two big pimples on my cheek. The SK-II seller said it can help me to cure the acnes.
However, after three months, my acne was still there. I mean, the first acne has disappeared, then there was a child of acne appeared near the place where her mama died, then the child of acne disappeared, then the grandson appeared, and so on.
They said it will brighten my skin. However, I didn't feel it works for me.

What I like:
+ The face mask is the best ever.

What I dislike:
- I do not see or feel any different when I use these products.
- The smell of FTE (smells like yeast)

Will I repurchase it:
No.

Thank you guys for reading  :)

Review: Vaseline Pure Petroleum Jelly

Halo, everyone..

Well today, I want to review Vaseline pure petroleum jelly product.


I just already know this product when I am in Taiwan because usually they just sell it online if you want to buy it in Indonesia. 
Actually, I have an oily skin. However, I will have a dry skin during winter. Then, I found this product. (haha, I am kinda late, right :p )
During winter, I apply vaseline on my elbows, knees and some parts of my face (cheek and the area close to my nose).
For everyday use, I use vaseline every night, to clean the lipstick on my lips. It's simple. I just take a little of it, dub it on my lips, and then I do a little massage with a circular motion. After one minute I massage my lips, I will take a sheet of cotton and wipe the excess vaseline on my lips.

This vaseline product can be used in some different ways: https://www.pinterest.com/pin/262968065715603677/

Monday, February 8, 2016

Musim Salju di Taiwan 2016

Saljuu di Taiwaann,, yeaayy!!
Taiwan emang punya 4 musim. However, kalo kita pengen melihat salju, kita harus pergi ke gunung Hehuanshan. Salju cuma bisa dilihat di gunung ini.
Namun, gilanya, January 2016 ini jadi rekor buat Taiwan. Untuk pertama kalinya, salju turun di beberapa wilayah di Taiwan, bukan cuma di Hehuanshan saja. Tanggal 23 Januari jadi hari dengan suhu paling dingin di Taiwan, sejak 40 tahun yang lalu.
Ternyata, dinginnya udara bawaan dari China ini merenggut nyawa hampir 100 orang di Taiwan. Buat kita para siswa atau pekerja yang tinggal di kosan atau asrama, itu ga ada yang namanya penghangat ruangan. Winter ya winter aja, harus tahan aja, paling pake jaket tebel atau hand warmer.
Di tangggal 23 Januari itu, gue kebetulan udah ga tinggal di asrama. Gue tinggal di kosan, daaann jendelanya boloong :(. Penjaga kosannya belum bisa ngebenerin, jadi aja gue tempel pake kardus. Kebayang kan, betapa dinginnya 4 derajat celcius dengan kondisi jendela bolong yang cuma . ditempelin kardus :((. Keszeell -_- ,, akhirnya semaleman gue duduk depan kompor (berasa depan api unggun).

Walau wilayah gue ga kebagian salju, untungnya sebelum tanggal 23 Januari, gue udah pergi ke Hehuanshan buat ngenikmatin salju. Kalo gue ke Hehuanshan tanggal 23 Januari, udahlah mati gue ditiup badai salju :(.




Wednesday, January 27, 2016

Menyusun Skripsi / Thesis Secepat Mungkin



Untuk bisa menyusun penelitian secepat mungkin, kamu harus keras terhadap diri sendiri. Bikin jadwal penelitian, dan tentunya kamu harus patuh dengan jadwal dan deadline yang telah kamu susun. Ada sebuah buku dengan judul "30 hari menyusun skripsi", yang mana dalam pocket book tersebut menjelaskan tips-tips menyusun skripsi dan termasuk tips membuat rencana jadwal penyusunan skripsi:
    a. Menyusun proposal skripsi dan seminar (+/- 7 hari)
    b. Memperbaiki Bab I + Menulis Bab II dan Bab III (8 hari)
    c. Menulis Bab IV dan Bab V (10 hari)
    d. Konsultasi + ujian + revisi (5 hari)
Total: Dalam (1 bulan) kamu sudah bisa merampungkan penelitian kamu, *dengan catatan: kamu memang sudah mengetahui dengan pasti rencana penelitian kamu, dan pembimbing telah setuju dengan rencana penelitian kamu.

Ketika S1, buku dan jadwal tersebut menjadi pemotivasi saya untuk merampungkan skripsi dengan secepat mungkin. Walaupun, pada kenyataannya melenceng beberapa minggu dikarenakan butuhnya waktu yang lebih untuk mengumpulkan data.
"Bagi saya, ketika mengambil S1, yang tersulit adalah mencari topik penelitian, konsultasi dengan pebimbing (saya memilih untuk berkonsultasi dengan dosen penguji, karena dospem sama kurang paham dengan yg saya teliti), dan mengumpulkan data (data kualitatif yang bikin capek fisik bolak balik wawancara kemana-mana dan merogoh gocek lebih untuk keperluan transportasi, print kuesioner, dan souvenir)."
"Ternyata, ketika mengambil S2, ternyata sama saja hahahah. Part yang tersulit adalah mencari topik penelitian. Bayangkan, topik saya diubah seminggu sebelum sidang proposal, karena ternyata dospem tidak setuju. Padahal sejak berbulan-bulan yang lalu, beliau telah menyetujui judul saya. Yups, kita memang harus syelalu berjaga-jaga (harus ada topik penelitian cadangan). Selain itu, kesulitan dalam berkonsultasi dengan dospem. Dospem saya orangnya ngebebasin, justru itu yang membuat saya jadi merasa harus melangkah sendiri dan bikin jadwal penelitian sendiri. Yang ketiga, kesulitan dalam pengumpulan data kuantitatif; data yang saya pakai berasal dari Datastream sehingga berbayar. Untunglah Universitas tempat saya study memiliki subscribe ke Datastream, namun itu yang membuat saya harus bolak balik ke lab untuk mengambil data."

Saran:
* Untuk teman-teman yang membutuhkan data kuantitatif, akan lebih baik jika kamu tanyakan ke pihak Universitas, apakah mereka berlangganan database yang kamu perlukan. Kamu juga bisa menelepon customer service dari pihak yang menyediakan database yang kamu butuhkan. Misalnya, kamu membutuhkan data dari Factiva. Kamu bisa menelepon mereka (Factiva-DowJones) untuk menanyakan prosedur atau sekedar meminta saran. It was fun :D hhaha.
* Ketika kamu telah menyelesaikan sebuah tahap, langsung buatlah perjanjian meeting dengan dospem. Sampaikan apa yang ada di penelitian kamu dengan singkat, padat dan jelas.
* Usahakan dospem mengoreksi pekerjaanmu di depan kamu, agar kamu tidak menunggu lebih banyak waktu untuk mendapatkan hasil koreksi.
* Jika kamu membutuhkan program SPSS / Eviews / STATA, dan may be you have no idea at all what's that program is, I suggest you to buy the manual book. Gocek yang kamu keluarkan tidak akan lebih dari Rp 100ribu, namun kamu bisa paham dan dapat menggunakan program dengan efektif.
* Minta tolong teman yang sudah atau sedang mengerjakan penelitian yang hampir serupa dengan penelitianmu.
* Jika kamu mumet, kerjakanlah penelitian kamu di tempat yang baru. Misalnya: perpustakaan nasional, cafe, restaurant, 7eleven, family mart, lawson, taman kampus, dll.
* Desain kamar kamu senyaman mungkin agar kamu kondusif untuk belajar. *Untuk aku pribadi, aku lebih suka kamar yang rapi, tapi semua buku-buku yang relevan dan kertas tergeletak terbuka mengelilingi badan dan laptop utnuk memudahkan dalam mencarinya ketika dibutuhkan :)
* Gausah sok-sok'an begadang. Mending iya kalo begadang ngerjain penelitian :). Kalo begadang ujung"nya malah chat atau buka youtube, ya percuma :p.
* Tidurlah yang cukup. Otak kita butuh tidur untuk menghasilkan ide yang cemerlang :)
* Matiin handphone ketika berniat fokus menyusun penelitian. "Hal ini memang sulit bagi diri saya pribadi apalagi sekarang ini gatel banget pengen check medsos mulu rasanya, dan setiap sekali buka medsos pasti jadi sejam-dua jam-tiga jam :(, padahal membuka Ms.Word penelitian belum juga 5 menit :/"
* Cari hal yang akan memotivasi kamu utnuk mengerjakan penelitian. Masing-masing individu terntunya berbeda. Bagi saya, mendengar progress penelitian teman akan menjadi motivasi bagi saya untuk mengerjakan penelitian.
* Hal yang paling penting adalah berdoa kepada Allah dan minta doa dari orang tua agar dimudahkan dan dilancarkan penelitiannya.

Yang sedang bergelut dengan penelitian, ayo semangat, semoga lulus semester ini, Amiiiin

Thursday, January 14, 2016

7 Cara Memperkenalkan Budaya Indonesia di Luar Negeri

Biasanya, di setiap Universitas ada acara International students week.
Which is in that week, International students will introduce the culture of their own countries.

Hal apa aja sih tentang Indonesia yang bisa kita tampilkan supaya bikin penonton (local and the other international students) get interested?
Berikut ini hal-hal yang saya dan temen-temen di NYUST tampilkan di acara International week akhir tahun 2015 lalu: (Sebenernya acaranya sederhana, karena keterbatasan alat dan fasilitas yang kita punya dan dapat. Tapi, semoga bisa membantu dalam memberikan kalian inspirasi)

1. Tarian. 
Tari Saman sebenarnya tergolong mainstream sebagai untuk perform depan khayalak di luar negeri. However, tarian ini menunjukkan sifat kekompakan kita sebagai warga Indonesia. Lagi pula, kita bisa belajar tarian ini lewat youtube. Kalo kalian ga punya kostum tari, bisa minjem ke Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di negara tempat kamu study atau mungkin bisa juga minjem ke kantor kedutaan Indonesia di negara tersebut. Untuk di Taiwan, karena Indonesia dan Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatik, maka tidak ada kantor kedutaan Indonesia. Oleh karena itu, kita minjem ke kantor KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia).



2. Musik dan nyanyian.
Bisa nyanyi lagu kebangsaan yang nyambung ke lagu dengan local languange kita (Sunda, Jawa, Papua, etc). Lebih baik yang beat nya enak. Akan lebih bagus kalau kamu bisa nge-mix lagu Indonesia yang liriknya diganti dengan bahasa local language mereka. Misalnya: lagu Sempurna versi Chinese. Jadi, setengah lirik pertama bahasa Indonesia, setelah itu Chinese.

3. Makanan.
Of course ini penting banget untuk diperkenalkan ke local people.  :). I don't know about you guys, but what I see is "mostly, western people lebih nerima makanan pedas dibanding chinese and taiwanese people". Kalo untuk orang Jerman dan Belanda, apa aja masuk. Makanan paling enak buat teman-teman local and international dari yang paling enak ke yang biasa aja: SATE, NASI KUNING, mie goreng, rendang, gorengan, ayam balado, kerupuk, kari ayam, teh tarik, dll.

4. Pake batik.
Ajak dan pinjemin sahabat international atau local students buat pake batik di acara tersebut (sebagai ajang promosi batik).

5. Photo booth kostum tradisional + alat musik Indo / wayang
Di stand booth ini peserta bisa mencoba baju tradisional Indo, misalnya kostum tari merak. Jangan lupa, boothnya dihias dengan batik dan aksesoris lain seperti wayang dan alat musik Indo (pokonya yang berbau tradisi Indo).

6. Hijab tutorial
I don't know how about you guys, but my Taiwanese and Chinese friends in here are really curious about hijab. Most of them wanna try hijab, because they think it's beautiful. Nice to here that :p

7. Presentation
Mostly, it's about the geography, ethnic, a little bit telling about history, culture, economy, and how to be an expatriate in Indonesia. At the end of the presentation, it would be better if you play a video to show them how wonderful Indonesia is. https://www.youtube.com/user/TheIndonesiaTravel

Berhubung NYUST bukan terletak di kota besar dan pelajar Indonya masih sedikit, maka fasilitas yang kami punya pun tergolong sederhana. Namun, antusiasme penonton paling membludak di acara perkenalan Indonesia, jika dibandingkan dengan acara perkenalan budaya negara lainnya. Berikut ini adalah video acara Indonesian day di NYUST-Taiwan tahun 2015:
Berikut ini adalah video acara Indonesian day di NYUST-Taiwan, taken by my senior: 


Do you have any ideas how to introduce Indonesia?


Shalat Idul Adha di Taiwan

Tahun 2014, untuk pertama kalinya saya melaksanakan shalat Idul Adha di Taiwan. Tepatnya, di kota Douliu (kota tempat saya mealnjutkan studi).
I was kinda shocked because the condition was not so comfortable for me to pray in that place. What kinda place? Check this video below :) (this video was taken by my senior, and he gave it to Net Tv in Indonesia).
Sorry, this video was so late. I believe, one day I will miss this situation very much :)
(this video is the first vlog in Taiwan for me to show on TV)

Then, shalat Idul Adha kedua kalinya yakni di tahun 2015, saya dan teman-teman pergi ke kota Taichung. Di kota ini terdapat lebih banyak umat muslim jika dibandingkan dengan di kota saya study (Douliu), dan di kota Taichung ini juga ada masjidnya looh. :D




Wednesday, January 6, 2016

Barang yang harus dibawa jika ingin kuliah di luar negeri


Mau wisata ke Taiwan?
Mau kuliah di Taiwan? Hmmpph.. pendidikan di Taiwan jelas lebih baik, mereka juga memberikan service yang lebih ke International students. :) dan lagii... negara yang terkenal dengan semikoduktor ini terkenal juga dengan tenaga pendidiknya yang udah ngeluarin berbagai paper top quality in the world. So, ayo datang ke Taiwan, belajarlah kepada ahlinya :)

Apa aja sih barang yang harus dipersiapkan sebelum pergi ke Taiwan?
>> Kamu harus pertimbangin dulu, lokasi yang kamu tuju itu di kota apa, kapan, dan sedang musim apa. Semester akademik pertama (September) dan kedatangan mahasiswa Internasionaldi Taiwan ini bertepatan dengan musim gugur. Jadi, pake jeans, kaos, jaket ringan juga udah cukup (kecuali buat di pesawat). However, kalo kamu datang di semester akademik kedua (tengah Februari) masih musim dingin jadi lebih baik bawa sweater hangat, kaos lengan panjang, dan jaket.
Jaketnya gausah alay kaya buat ngehadepin salju sih (pengalaman, jangan ngeberat"in diri sendiri pas di bandara dengan membawa jaket winter, soalnya ternyata Taiwan ga sedingin itu, ga da salju disini :/)
>> Bawa batik (Please, kamu International student dari Indonesia, harus bawa ini, yaa minimal 1 bolero batik).
>> Sepatu resmi (di Taiwan sepatu high heelsnya lebih mahal dibanding di Indo)
>> Adaptor listrik. Bawa aja yang universal. Disini Taiwan juga banyak kok yang jual, gausah bawa banyak-banyak. Toh, mungkin kamu gakan bawa banyak barang elektronik kan? Inget looh, elektronik di Taiwan lebih murah :), beli produk apple juga bisa dapet student discount.  :) Apalagi beli produk secondhand di facebook dari beberapa situs fb yang emang recommended, harga murah-barang bagus-masih ada garansi-bayar cod. :)
>> Bawa souvenir khas Indonesia. Bawa wayang, angklung, baju batik buat dosen (jaga" kalo nanti udah dapet thesis advisor). Bawa beberapa makanan kecil, untuk memperkenalkan snack Indonesia ke temen-temen kamu.
>> Bawa bekel makanan tahan lama (abon, telor asin, tempe mustofa, kentang kering, yaa semacam kaya gitulah). Kamu 2-3 hari ga terbiasa dengan makanan Taiwan, penyesuaian aja dulu, sambil cari-cari tempat makan yang enak. Karena saya Muslim, jadi saya keliling cari tempat makan vegetarian yang pas di lidah. :)
>> Fotokopi semua dokumen penting: paspor, visa, tiket penerbangan, dokumen asuransi, kartu kredit, kartu ATM, LOA. Pastiin juga kamu punya fotokopinya di rumah.
>> Bawa cukup uang tunai. Pertama kali saya datang ke Taiwan, saya tukarkan 800 USD ke NTD di bandara Taoyuan, Taiwan. Harga tukar terbaik bisa didapatkan di bandara saat kedatangan.
>> Bawa obat pribadi
>> Bawa suplemen/ vitamin pribadi. Taiwan ga ngebolehin kita bawa lebih dari 1,200 butir suplemen. Sewaktu saya mau beli ke amazon.com pun ternyata Taiwan tidak mengijinkan pembelian suplemen Amerika. Entahlah, jadi bingung:/ soalnya nyari di beberapa toko, suplemen yang saya inginkan ini tidak tersedia.
>> Bawa kosmetik pribadi.
>> Bawa makanan instan? Emm.. sebenernya tidak perlu, karena di setiap kota di Taiwan, ada toko Index yang menjual makanan dan kosmetik Indonesia. Pokonya, di setiap kota ada stasiun kereta apai, nah toko Index dan beberapa restoran Indonesia biasanya ada di dekat stasiun. Di toko Index ada bumbu Indofood, bumbu sinti, gorengan kacang, tic tac, biscuit, blue band, mie instan sedaap, mie instan indofood, kopiko, kopi torabika, susu bear brand, kopi kapal api, nestea, kacang garuda, ah banyak lah pokonya :). Untuk tempat makan Indo, ada di dekat stasiun juga, makan makanan Indonesia biasanya 100ntd-120ntd (sekitar 60 ribu).
>> Kalo kamu gabisa minta tolong temen di Taiwan untuk beliin kamu SIMcard, kamu bisa beli SIMcard di bandara. Make sure ketika kamu tiba di Taiwan itu masih office hours.
>> Ajarin keluarga kamu yang belum bisa pake skype atau media sosial lainnya. Cek provider yang bagus sinyalnya di rumah mereka. Supaya, nanti ketika kamu homesick, kamu bisa video call bareng mereka. :)
>> Ini yang paling penting nih. Pastikan e-banking kamu berfungsi dengan baik. Yang belum punya e-banking, harus cepetan diurus ke bank kamu. Dan jangan sampe ilangin token atau lupa password yah gaes :)
>> Bawa buku favorit dan buku yang kamu rasa bakal berguna banget buat kuliah. Misalnya, aku bawa buku Eviews, somehow ketika belajar otodidak, buku petunjuk untuk praktek dengan bahasa Indo lebih mudah dimengerti :3. Di sini gada buku prakteknya, cuma teorinya aja (gada buku praktek dalam bahasa Inggris). Nyari di google pun tetep aja baca buku lebih mudah dipahami karena lebih detail dan lengkap.

I think that's all that you really really need to know :)

Persyaratan membuat visa Taiwan untuk kuliah S1 S2 S3


Udah dapet LOA dari Universitas di Taiwan? Cuuss gaesss ke Taiwan!! Eits, sebelum booking tiket, visanya harus siap dulu. Jangan sampai udah hari-H, ternyata visa masih belum bisa keluar :(.


Ini nih yang harus dilakukan supaya dapet visa Taiwan:

a. Medical Check Up di Rumah Sakit yang ditentukan oleh TETO. 
Pertama, print dulu form medical check-up: http://www.roc-taiwan.org/public/Data/231516445471.doc 
Lalu datang ke salah satu RS dari 28 RS yang ada di list ini http://www.roc-taiwan.org/public/Data/2122716212871.doc
Kalo saya dan teman-teman saya karena tinggal di Depok, sehingga kami memilih An-Nur Medical Centre di Jl. KH. Abdullah Syafei No. 12 Tebet, Jakarta Selatan. Dari stasiun Tebet, belok kiri, lurus aja terus, ga jauh kok dari stasiun.
Nanti diambil darah, air pipis, dan maaf hasil buang air besar juga, terakhir nanti dikasih vaksin. (Karena kliniknya sudah mau tutup dan teman saya masih belum bisa buang air besar, maka botol kosongnya disuruh dibawa ke rumah :), besoknya dia kembali ke klinik)

b. Legalisir dokumen Ijazah (bhs inggris atau china), transkip nilai (bhs inggris atau china), hasil med-check. (Waktu itu saya legalisirnya di Kemenhukam Jakarta. Datang aja masuk ke sana, lalu duduk. Nanti ada Bapak" yang nyamperin lalu menawarkan bantuan untuk melegalisir. Gamau ribet ya mending pake Bapak itu aja lah yah :) toh dia juga notaris). Lebih baik barengan sama temen yang banyak, mungkin nanti bisa lebih murah.


Dokumen yang dibawa ini harus lengkap yang gaess :) , jangan ada yang kurang, ribet kalo bolak-balik. Ngantrinya juga lama lagi :/ apalagi jika banyak BMI yang mau ke Taiwan.


LANGKAH PERMOHONAN VISA TAIWAN UNTUK KULIAH:

1). Isi formulir https://visawebapp.boca.gov.tw/BOCA_MRVWeb/subroot/MRVWeb0_form.jsp print, isi lengkap, tanda tangan, dan lampirkan pasfoto 4X6 cm (berwarna dan background putih) 2 lembar. Jika ada dokumen yang lupa di fotokopi, bisa di fotokopi dan nge-print photo yang sesuai ukuran yg diminta TETO di lantai UG (maaf lupa, pokonya di lantai bawah).
2. Pasport (masih bisa berlaku minimal 12 bulan)
3. Letter of Acceptance (LOA) dari Univ di Taiwan (asli dan fotokopi)
4. Ijazah dan transkip nilai yang telah dilegalisir (asli dan fotokopi).
5. Hasil Medical Check Up di Rumah Sakit yang ditentukan dan dilegalisir (asli dan fotokopi).
6. Fotokopi Kartu Keluarga
7. Fotokopi Rekening Tabungan
8. Biaya Resident Rp 607.000


Untuk mengajukan visa, kita harus datang ke TETO Taiwan, yaitu di Lantai 12, Bank Arta Graha.

Alamat TETO:
Taipei Economic and Trade Office Jakarta, Indonesia (TETO) 
Address: Gedung Artha Graha, Lt. 12
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 
Jakarta 12190, Indonesia

Biasanya, prosesnya 3 hari kerja. Jam kerja aplikasi visa: 08.30 - 11.30 dan untuk pengambilan visa 13.30 - 16.00. Begitu pertama kali datang, seperti biasa tinggalkan kartu ID di satpam, lalu naik ke lantai 12.

Source: http://www.roc-taiwan.org/ID/ct.asp?xItem=352484&ctNode=9324&mp=292


Thursday, December 10, 2015

Pernikahan di Taiwan


Minggu lalu, saya datang ke kota Chiayi karena kebetulan acara pengajian rutin bulan ini berlangsung di sana. Karena di Chiayi tidak ada masjid, maka pusat kegiatan muslim di kota Chiayi adalah di salah satu restoran Indonesia di kota tersebut. Alhamdulillah makanannya halal semua, dan yang pasti enak. Ayam halal memang berbeda dengan ayam KFC atau ayam piggir jalan yang belum tentu halal. Ayam halal memang lebih enak :)

Ketika sedang akan melaksanakan shalat berjamah, tiba-tiba datang beberapa orang Pakistan yang menanyakan dimana Imam berada. Saya dan teman-teman bingung, karena kami memang tidak tahu yang mana Imamnya. Kami pun menyuruh mereka turun dan mencari Imam di restoran, mungkin ia sedang di restoran, pikir kami. Setelah mereka turun ke restoran, Bapak sebelah saya berkata bahwa orang-orang Pakistan tersebut sedang mencari beliau sendiri. Bapak itu dianggap Imam di sini. Ternyata orang-orang Pakistan itu datang mencarinya untuk minta dinikahkan, hari itu juga.

Padahal, jika ingin menikah, seharusnya mereka pergi ke masjid besar seperti di Kaohsiung, Taipei, atau Taichung. Karena, di masjid di kota tersebut memang sering dijadikan tempat pernikahan juga. 

Sedangkan, orang Pakistan yang ingin menikah di hari itu juga dengan orang lokal Taiwan, belum menunjukkan persyaratan untuk menikah yang disyaratkan oleh Imam. Imam kira mereka datang kesini mau menanyakan terlebih dahulu syarat-syaratnya apa saja, ternyata mereka datang karena ingin pernikahan diselenggarakan hari itu saja.
Pernikahan di Taiwan juga memiliki syarat-syarat agar diakui oleh negara. Dan kami, sebagai muslim dan warga negara yang baik, memang sebaiknya memenuhi bukan saja persyaratan Islam tapi juga persyaratan negara Taiwan.

He said: "I don't care with the rule. I believe with Allah rule, not the government's rule."
Again and again, he insisted to be married in that day. For sure, we don't know is he has married before, is her girlfriend's parents know their daughter will married." 

He said: "In Pakistan, marry based on Islam rule is easy. Islam makes it easy for Muslim. It's not that difficult." Whatever lah, kenapa ente ga datang ke masjid besar aja sih --"

Sebenarnya, sudah banyak kejadian pernikahan di Taiwan yang tidak sesuai syariat agama. Contohnya, menikah padahal kedua mempelai masih memiliki pasangan suami/istri di Indo, bahkan sudah punya anak di Indo. 

Salut buat Bapak dan Ibu BMI yang mengurus kegiatan Muslim di setiap region di Taiwan. Mereka tetap memegang syariat agama Islam dan mematuhi peraturan yang berlaku di Taiwan.


Saturday, November 28, 2015

30 Days Challenge for Body


Just have an awkward situation on these  months lately. I lose my concentration. So, I have to make new plans and stay focus. Not only for the kindness of my body, but for my face too.

1. Work Out every morning
In Taiwan, Fajr time is in 04.55 and Sunrise in 06.18 . So I wake up at between 04.40 and 05.15. Then, I read Al-Qur'an and do work out about an hour. I focus on three areas; my tummy is kinda have fat, my butt is big and I want to have a thigh gap.  Furthermore, last month I bought light weight barbell, and yeah so I think I should use it frequently. I think it would be good if I have strong arm (eeeeeeerrrrrrr :)) )
My favorite channel is Vivian Vo farmer, a Vietnamese youtubers who lives in America, finally she uploaded her fitness routine which is make sense why she has that adorable body https://www.youtube.com/watch?v=S6UT3wcWLlg

My favorite youtube channel for work out are:
Booty exercise:
a. https://www.youtube.com/watch?v=9DFe5DV8_B0&index=32&list=LLyVy24NaZOVPcy6wf3K7Mvg 
b. https://www.youtube.com/watch?v=xAO4DjfIAUg&index=33&list=LLyVy24NaZOVPcy6wf3K7Mvg

My body is skinny, so I prefer to do abs exercise, which will help you have a flat tummy too at the same time.
https://www.youtube.com/watch?v=XZufLEOaSpQ&index=35&list=LLyVy24NaZOVPcy6wf3K7Mvg
https://www.youtube.com/watch?v=YAZTR9dOqUs&index=36&list=LLyVy24NaZOVPcy6wf3K7Mvg

Nice legs an thigh gap:
a. https://www.youtube.com/watch?v=9hg3FAfryjE&list=LLyVy24NaZOVPcy6wf3K7Mvg&index=37
b. https://www.youtube.com/watch?v=0cfaeXtdr4s


2. Drink water and eat more frequently.
Usually, I drink just when I feel I need water. However, I force my self to drink 2 glasses of water every morning.
I eat quite big portion than my girl friends, but I rarely eat snacks. 

3. Learn how to make up.
Yes, for sure this is important. My recent favorite youtube channel for make up is
https://www.youtube.com/channel/UC7tpsLgdMCWAk4OvULGBjEQ
https://www.youtube.com/watch?v=H5mcDlMcrNM


4. Exfoliating your face.
I exfoliate my face once a week. The product that I use is Wardah exfoliating. It works on my face and it is cheap. In Taiwan, I don't know any recommended skincare, so I decided to do handle my face by my own. So, exfoliating is a must because I can not have any facial treatment in any skincare in Taiwan. (In Indonesia, I usually go to Natasha skincare and another skincare for facial). I have tried microdermabrasion in Indoensia, and I love the result! After did microdermabrasion, my face was getting more dried than ever. I think it was the worst, because my skin was like flake off at that time. However, after one week, I slough off the dead skin and YESSSSS I really like the result. My face was really smooth and my face had no crack anymore when I applied BB cream and face powder. 

5. Keep you body feel firm and steady.
Realize or not, It will help you in having a nice shape and you looks confidence and elegant. 

6. Nourish your skin.
I have an oily skin, but when it is winter, my face getting more dried. So, during winter I stop using my Natasha skincare routine products, and I try to use Vaseline gel and instant aloe vera. For my lip, I use eos lip balm. Those are essential in winter time :)

Monday, September 21, 2015

Random Talk

>> My Niece
     Thursday, September 17, 2015. Asyahila was sick, and she had operated in Santo Yusup hospital in Bandung. My caleda girl, my lovely and the only one niece. After the operation was finished, few hours later she woke up. Then, I call her. When I heard her voice on the phone, she was so strong. Even, she didn't cry. The funny thing, she said: "Ateu, ini telponnya neng kasiin ke Bunda yaa, ngomong sama Bunda aja yaa. Neng nya mau nonton tv dulu." Niihh.. (sambil ngasih telpon ke Bundanya (my sister)).
hhhh,, nak keciill, yang mau birthday 4 tahun sehari setelah operasi, rasa sakitnya bisa keobatin sama film kartun.. ckckck -_- ,, gatau apa disini atteunya lagi nangis sedih.. :(

>> My Professor.
     Saturday, September 17, 2015. Thesis advisor saya adalah ketua Jurusan Finance di Univ ini. Awalnya, karena alasan itulah saya ingin beliau jadi thesis advisor saya.
Beliau dosen yang pinter ter ter,, aduh econometrics ><,, dan beliau adalah asistennya Wooldridge di Michigan State University (Wooldridge adalah penulis buku Econometrics yang tersebar seantero dunia).

Tapi memang, terserah kamu pengen dibimbing dosen senior yang sibuk, atau dosen junior yang perfeksionis.
Jika kamu memilih dosen senior: Beliau sangat sibuk. Susah banget ketemunya, dan bahkan udah bikin janji pun beliau terkadang lupa atau ternyata malah jadi gabisa. Feedback by e-mail bakalan susah. Akan lebih baik jika kamu siapin semua pertanyaan kamu, lalu ketika ada pertemuan, langsung beberkan semuanya dengan jelas. Waktu beliau sangat berguna, harus pinter-pinter manfaatin waktu beliau. Dalam pengerjaan penelitian, kamu lebih dominan, kamu yang menentukan dan mengerjakannya. Ini seolah kamu ngerjain thesis sendirian, dan beliau sebagai pemberi inspirasi, nasehat, dan motivasi. Semangat! Better kalo begitu nemu masalah, kamu tanganin sendiri, kalo udah mentok tok tok, baru minta appointment. Namun ketika oral defense, biasanya kamu ga akan begitu diserang jika penguji kamu junior, wong dosen pembimbing kamu senior.
Jika kamu memilih dosen junior: Beliau bakal ngebantuin kamu. Kamu tertarik dengan topik apa? Beliau akan membantu cari judul dan referensi buat kamu.

Ketika bertemu dengan thesis advisor kemarin, saya memberikan souvenir dari Indonesia :D ; wayang, angklung, kartika sari, dan chocodot (coklat dodol dari Garut). Kemudian, beliau memberikan saya 2 buah pear, yaps Korean pear. Guede bangets.


>> Kemarin ngobrol-ngobrol sama temen, jadi inget perjuangan waktu masih pelatihan di UI. Saking pengen perjuangin kuliah di Jerman, aku terus aja kirim-kirim berkas ke Jerman, baik itu by e-mail, and by pos (di dalam satu amplop, kirim barengan sama temen" yg lain yang niat ke Univ yang sama, supaya murah).
Email-emailan sama Mr. Siddique Schweinfurt, dia perwakilan wilayah Asia untuk Univ yang saya tuju. Ternyata, secara kebetulan beliau akan melakukan business trip di Tangerang. Jadilah, saya mengajak teman-teman saya datang ke salah satu hotel di Tangerang. Setelah berbincang dengan beliau, lemes badan saya. Gimana caranya saya mengumpulkan uang dp 25 juta hanya dalam waktu 3 hari??? 
Waktu di Depok, menunjukkan waktu pukul 00.30 pagi. Setelah pulang dari Tangerang, kami rapat di KFC depok ><. Salah satu teman saya berkata: "Ya aku sih ga masalah. Ada papah aku nanti."
Saya terdiam. Lemesss.. Ga mungkin saya berani minta uang hanya dalam waktu 3 hari harus udah ada. Kalo pun iyah minta, dan dikasi, dan lalu? Gimana kalo Dikti ternyata merasa Univ ini kemahalan? Gimana kalo saya ternyata ga lolos beasiswa Dikti? Pertanggungjawabannya terlalu besar.
Padahal, Univ tersebut adalah satu-satunya harapan terakhir saya ke Jerman.

Yaps. Persoalannya adalah:
1. Anabin. Univ saya tergolong H- di akreditasi Anabin Jerman. Itulah alasan Univ" yang ada jurusan finance di Jerman menolak saya. Berbeda dengan ITB yang H+.
Tetapi, jika ditilik, itu bukanlah poin utama. Karena, lulusan Univ saya pun ternyata banyak yang kuliah di Jerman. Tetaaapiiiii, lulusan teknik. Yaps, saya anak ekonomi.
"Ketika saya berbincang dengan salah satu Indonesian Diaspora dari Jerman (beliau menikah dengan orang Jerman), beliau mengiyakan untuk jurusan teknik itu mudah masuk dan kuliah di Jerman. Tapi untuk kalau Ekonomi keuangan yah, setau saya engga ya, jarang... Jerman lebih tertarik sama teknik"

2. Biaya kuliah. Dikti mensyaratkan 3 negara utnuk dipilih menjadi tujuan study abroad: Taiwan, Austria dan Jerman. Austria, udah lah susah nyari finance (untuk calon dosen, harus ngambil jurusan yang in-line dengan S1nya, karena saya basic Akuntansi, jadi gaboleh ngambil MBA, harus MSc atau MA). Waktunya juga udah mepet banget. Sebgai angkatan pertama, segala pengumuman dan keputusan begitu mendadak. Sampai pegawai Dikti pun mengaku pusing dengan program baru ini, karena siswa"nya riweuh bolak balik ke kantor Dikti bergantian tanya ini itu ><, hhe maafkan kami yah Pak, Bu. Tapi, kami merasa beruntung, sanggatt berutung, karena pejabat" Dikti begitu kooperatif dengan kami, bahkan meluangkan waktu senggang dan liburannya. Terima kasih banyak :)

Back to topic, Univ opsi terakhir saya di Jerman memang termasuk ke dalam list Univ Dikti, namun sepertinya ada kesalahpahaman antara Univ ini dengan Dikti. Karena, ternyata setelah saya konsultasikan dengan salah satu pejabat Dikti, mereka mengatakan Univ ini tidak sesuai dengan program beasiswa ini. (Iya lah, jelas mahal, toh dia internshipnya bolak balik ke benua lain, banyak kegiatan outdoor, dan program di Univ ini meamng ditujukan untuk orang-orang yang sudah bekerja minimal 2 tahun).
And bye bye Jerman, karena pejabat Dikti sudah memastikan, kalo kami memilih Univ ini, kami dipastikan gugur dari proses seleksi, it means tidak akan lolos mendapatkan beasiswa dari program ini. Ambil aman aja, jangan kekeuh milih Univ di Jerman ini. Saya pun move on ke Taiwan. Yes, and my life is changed, I realize, it feels better here..

Saturday, September 12, 2015

Chimei Museum di Taiwan

Go to Chimei Museum in Taiwan!

THIS MUSEUM BLOWS MY MINDS!!!

Setelah seminggu pertama balik lagi ke Taiwan, Jumat (11 September 2015) saya dan beberapa teman saya pergi ke museum di Tainan, Taiwan. Mumpung perkuliahan belum dimulai…
Karena di Tainan ada masjid, maka kami memilih hari Jumat untuk pergi ke Tainan, supaya anak-anak cowo bisa sekalian Jumatan.
Saya berangkat pukul 09.55 dari stasiun Douliu naik kereta man-man (ekonomi) dan sampai di Tainan sekitar jam setengah satu. Dari stasiun Tainan, berjalan kira-kira 10menit ke restaurant halal Indonesia yang berada di atas toko Index (toko yang menjual makanan dari Indonesia).
Setelah kenyang, berjalan kembali ke stasiun. Di stasiun, ada tempat informasi tentang kota Tainan. Jadi teu kudu ripuh mun teu hapal jalan.
Kemudian naik kereta lagi (hanya satu stasiun) ke Bao’an stasiun. Begitu keluar, ada tukang taksi ngomong pake Bahasa Indonesia. “Mau ke Chimei? Musium? Ayo ayo pakai taksi”. Harganya juga murah, dia bilang $20 per orang.
Iyah aja, ternyata tempatnya deket tapi lumayan kalo pas hari itu kan summer, panass bangeett,, lumayan terhindar dari jalan 10 menit di bawah terik matahari.










Chimei museum ini asliii baguss bangett.. Gaya Eropaahh..
Sayangnyaa, di dalam museum gaboleh ngambil foto.
Setelah beli tiket di mesin, masuk ke museum, lalu simpen barang di loker.







Saya mulai dengan sebelah kanan terlebih dahulu, berbagai jenis hewan ada di sana. Lalu saya berjalan ke tengah museum, yang merupakan pameran karya Rodeo. Wow, keren..
Lanjut ke atas yang ternyata syupperr kerenn.. THIS MUSEUM BLOWS MY MIND!
Intinya, bagi aku yang ngerasa bahwa ak gangerti seni sejarah dan pajangan, dengan Cuma ngeliat dan merhatiin lukisan dan barang-barang disana jadi ngerasa kehibur. Ternyata pajangan itu memang indah.. Exciting bgt merhatiin detail-detail lukisannya, dan nerka-nerka sendiri cerita lukisan tersebut.. Banyaknya sih lukisan wanita telanjang, terus cerita Nabi Musa, bunda Maria, dll.
Kerennya, lukisan di Chimei Museum itu termasuk barang-barang yang memang Taiwan yg punya lukisan tiruan yang asli. Looh? Hha..
Ada alat msuik juga.. Angklung, Zither, Kendang, dan Bonang dari Indonesia. Rebana, mereka tulis dari Malaysia. 

Di bagian bawah, deket loker, ada toko souvenir. Puas puasin deh belanja di situ.
Museum ini tutup jam 5. Jam 6.30 sore orang-orang yang berada di taman museum udah diusirin.
Lanjut, jalan kaki ke Bao’an Stasiun. Naik kereta ke Tainan, lalu makan lagi di resto Indo sekitar stasiun Tainan. Setelah itu, bantuin temen cari laptop dan hp di sebelah kiri stasiun Tainan. *note: harga hp dan laptop di Taiwan lebih murah dibanding Indo, walo bedanya juga ga jauh amat --
Jam 10, naik kereta jurusan Taichung ke Douliu. Kereta ini kereta cepat, tapi berhubung kami memakai kartu bis, jadi ga dapet tempat duduk. Tapi bisa duduk jika memang tidak ada orang yang memiliki tempat duduk tsb. :D

Biaya (dalam $ ntd): $823 ntd = Rp 350,000 (*jika kurs $1 ntd = Rp 432)
Kereta ekonomi Douliu- Tainan = $ 190
Makan siang di resto Indo = $ 140
Kereta ekonomi Tainan- Bao’an station = $ 14
Taksi = $ 15 (nawar dibuletin $100 per mobil)
Tiket Chimei Museum = $ 150
Kereta ekonomi Baoan- Tainan = $ 14
Makan malam di resto Indo = $ 110
Kereta Tainan- Douliu = $ 190

Friday, August 14, 2015

Backpacker ke Hongkong, China dan Macau

... Winter Holiday (Januari 2015).. heading from Taiwan to Hongkong, China and Macau in 5 days.

Here are itinerary and photos:

Dari Taiwan (Taoyuan Airport), kami terbang dengan China Airlines ke Hong Kong. Pemandangan pulaunya brooo! Awesome banget begitu mau landing di Hong Kong :)

Urus-urus deh, visa on arrivalnya.
BTW, hotel Asia Travel House ini recommended. Murah, tempatnya bersiihh, dan lengkap lah, yang paling enak sih bersih dan nyamannya, daanternyata yang punya orang Indonesia >< .. hahhaha.. Bodor aja, udah ngomong pake bahas China sambil terbata-bata, eh ternyata dijawab pake bahasa Indo :D





















Hari ke-3, saatnya pergi ke China. Dari Hong Kong, naik MTR ke Lo Wu. Urus lagi perijinannya. Begitu sampai di Lo Wu, ikutin aja orang-orang. Karena mereka juga mengarah ke Shenzhen, China. Di border ini, nanti distempel exit imigrasi Hong Kong. Jalan kaki dari Lo Wu keluar stasiun Shenzhen (Luo Hu) . Terus ikutin aja panah Shenzhen. Nanti ngelewatin batas wilayah, dan sampailah di section imigrasi China.
Proses Visa On Arrival (letaknya satu lantai di atas gate imigrasi): Jangan sampe kebingungan nyari VOA ya guys, kaya saya jadi berantem sama petugas imigrasi >< gara" bahasa China saya minim dan petugasnya juga minim bhs Inggris --.. Jadi begitu jalan, taraamm keliatan gate imigrasi yang ternyata itu untuk yang punya visa China. Untuk bikin VOA, dari situ naik tangga ke atas (1 lantai di atasnya).
1. Siapin uangnya, seinget saya Y 168. 
2. Ambil nomor antrian (dari mesin yang terletak di samping pintu masuk), Isi formulir (formulir ada di depan pintu masuk).
3. Setelah nomornya dipanggil, berikan formulir, paspor, dan nomor antrian
4. Dipanggil, lalu Bayar
5. Dipanggil loket selanjutnya, lalu ambil passport

Transportasi di Shenzhen adalah dengan memakai Metro. Harga tiket mulai dari CNY 2 untuk jarak terpendek. Untuk naik metro ini, kita perlu menukar uang menjadi token (seperti koin) berwarna hijau. Terdapat puluhan mesin tiket otomatis untuk membeli token ini, dan penggunaannya mudah pula. Pilih stasiun tujuan dan jumlah token yg ingin dibeli, lalu masukkan uang koin (CNY 1) atau uang kertas, token akan keluar di kotak penampungan beserta uang koin kembalian jika ada.

Shopping centre pertama yang Anda lihat begitu keluar dari imigrasi Luo Hu, yaitu cukup naik eskalator 1x, langsung akan dihadapkan dengan Luo Hu Commercial City di sebelah kanan. 























Sorry, infonya incomplete, karena udah lama juga dan udah lupa X_X.. fotonya juga milih dari sekian ribu photo, jadi ngacak..

Sincerely,
Fiesty