Search This Blog

Loading...

Saturday, December 13, 2014

Jalan-jalan di Kota Yunlin - Taiwan

Tinggal dan sekolah di Yunlin, tapi belum pernah keliling Yunlin, belum afdol pastinya. Oleh karena itu, ikutan acara yang diselenggarain international affairs di universitas. Walaupun event kali ini, international students yang datang 3 negara: China-Malaysia-Indonesia.. #refresh #otak #pikiran #hiburan .. daripada mumet mikirin tugas muluu..

Desember 2014 ini lagi musim winter, beberapa hari ini di Yunlin berkisar 11-18 derajat Celcius, Katanya, besok lusa bakal 8 atau 9 derajat Celcius. FYI, gedung-gedung di Taiwan ga ada heater. And FYI, di Taiwan gada salju. Kalo mau ngeliat salju pun kamu harus ke Hu Han Shu dulu (gatau lah aku lupa nama gunungnya apa, tapi pengucapannya kayak gitu). Rencananya bulan Januari depan, sama beberapa temen mau ke Jepang niih (demiii ngerasain dinginnya salju :p). (Semoga jadii ke Jepaaanngg. Amiin).

Hari ini pergi sama international students, ke 3 tujuan:
1.  Visit Chao Yang Solar Farm, Kang Yao di Mailiao
     Apa saja yang bisa dilakukan disana?
     Learn how to Kang Yao
     Put food into the “Yao”
     See around Solar Farm
     Lunch Time
   





2. Visit Ding Shi Colorful Painting Community







3. Visit Shing-long Textile Factory


Too lazy for adding description in this blog.. :) arr...
#semangat #lanjut #nugas #back to real world baby!

   

Friday, December 12, 2014

Jodoh itu mencerminkan diri sendiri

Dalam 3 bulan ini semenjak di Taiwan, ada 2 laki-laki: yang satu mau tunangan, yang satu mau nikah 2 bulan lagi. Tapi dengan cerita yang berbeda.
Yang satu mantan aku. Yang satu lagi calon suami idaman.
Kebetulan, yang mau nikah sama "orang yang terkadang aku doakan jadi jodoh" #hha, ternyata calon istrinya adalah temennya roommate akuu #ahaha. My roommate didn't realise that her friend will be married by someone that I admire too, because she didn't know his name.
Ngakak pas kemarin ngedenger berita dari roommate, begitu dibuka facebooknya, ternyata lelaki yang sama. Ohh,, udah berproses dari tahun lalu ternyata, oohh udah dikhitbah semenjak masih kuliah di Paris ternyata. Dan calon istrinya ini pun ternyata ga sengaja pernah inspiring me juga, walopun ak gapernah liat mukanya, tapi temen ak pernah nyeritain cewe ini. Cewe ini pinter, ramah, lembut dan baiik banget. Ckckck,, Bandung kecil banget yak #:/.
Sebenernya kalo di bilang ke arah sakit hati, enggaa.. karena dia temen SMA aku, dan emang ga pernah ngobrol, cuma beberapa kali discuss sama sharing tentang beasiswa di chat fb.. Tapi keren aja, dia kayak motivator gitu, pinter, bisa punya aset gede pake uang beasiswa" sama gaji assisten dosen, sukses lah bisa dibilang, mindsetnya juga islam+sunda orangnya gamau ngeberatin istri dlm hal penafkahan..
Hanya saja, masih ga ngerti, kenapa aku admire orang ini, dan kenapa aku ngedoain dia yang jadi jodoh, tapi dia ternyata nikah sama orang lain. Kenapa aku doain dia. Mr. Wrong. (Kayaknya aku yang wrong --')
Tapi di luar itu semua, dari 2 kejadian ini bisa dilihat:
Jodoh itu, gakan jauh-jauh sifatnya, mirip-mirip lah: yang pinter soleh pengen dapet jodoh sama yang pinter solehah, yang mengarah ke gaya hidup juga dapetnya yang gaya hidup juga.
Everyone will get what they want.
Just as like best friend. Yang sejak SMA admire anak" akmil, udah ngelewaatin lika-liku hidupnya, shockingly ternyata kemarin dapet kabar, at the end nikahnya sama anak akmil juga.
Everyone will get what they want.
Kejadian yang pertama itu bikin aku sadar, dan syukur tentunya. Allah ngabulin doa aku di Indonesia. Aku berdoa sama Allah supaya dapet jodoh yang terbaik, bukan sekedar materi-honeyemoon-kerja-haji,umrah-jalan" ke luar negeri-ngurus anak, indahnya kalau dalam berkeluarga itu saling ngingetin solat, solat berjamaah, tadarus bareng suami sama anak.. Setelah nonton acara MGTV #ealah, MT bilang yang baik dapet jodoh yang baik, yang gabaik ya sama yang gabaik. Ditambah sama ada yang nelpon, nangis" gara" diselingkuhin. Ak nangiiss lah itu, Aku pengen dapet jodoh yang baik. sambil berdoa sama Allah, supaya aku kembali ke jalan yang benar, solat yang rajin lagi walaupun lagi di mall, ga hidup hedonisme lagi, sering nelpon ortu lagi. Aku gamau hidup boros terus dapet keluhan lagi dari ortu, yang ngerasa galagi dapet waktu dan care dari anaknya yang sibuk ngabisin waktunya sama pacar.
Dan di Taiwan Allah mengabulkan, walaupun begitu namun kaget tentu dan sakit hati iya pasti. Karena aku baru mutusin dia, sehari kemudian jadian lagi karena dia gamau putus, seminggu kemudian dia mutusin aku, trus beberapa hari setelah itu dia jadian sama pihak ke-tiga. Annoyingly, si lelaki ini terus"an nyoba ngehubungin aku. Akhirnya setelah beberapa hari, aku bales juga chatnya setelah lelaki ini dengan tiba" bilang rencananya tunangan bulan depan dan nikah tahun depan. Butuh sehari buat ngabulin permintaannya dia; dia minta aku ngedoain supaya prosesnya lancar.
Besoknya, baru ak mau ngangkat telponnya dia. Aku bilang: "Aku tahu, kamu ngeharep dan ngira aku bakal marah-marah, kaya dulu. Engga ko. Kalau kata Allah terjadi, ya terjadi. Aku gabisa apa-apa. Sekarang gini, Allah bilang: esti, nih dia udah nemu jodohnya, sekarang dia nikah yaa, dan Allah juga sudah menyiapkan lelaki buat kamu yang lebih baik."

And it is done.

What I've learned:
Apa yang kita pengen ternyata apa yang kita dapet. Dan yang kita pengen itu ga jauh" dari mirror kita sendiri. Oleh karena itu, tingkatkanlah kualitas diri.
Berdoalah dengan sungguh-sungguh. Doa akan selalu dikabulkan Allah, tinggal nunggu waktunya aja.
And open your eyes. Perbanyak pergaulan di negara orang, feel the international pressure. Love you, life <3 p="">

Wednesday, December 3, 2014

Have no idea with the title

:)
Ga kerasa, mid-term exam di semester 1 udah selesai.. Udah 3 bulan di Taiwan :)
Kayaknya udah sebulan lebih putus sama mantan (lupa juga kapan putusnya --")

Senengnya 

Tuesday, July 22, 2014

Konspirasi Internasional di Indonesia

Yesterday, I read a book with title “Reformasi Kesejahteraan Aparatur Negara”. This book is still outstanding even though it is published in 2010 (4 years ago). The book tells an abundance explanation about pension fund and a little international confederation. Personally, it is more interesting for me to read about the explanation of International Confederation. Last month, si pacar told me about International Conspiration. Reading this book make me remember again what he has told me, believe what he said and make me admire him.

Sorry, it has been a long time I didn’t write any opinion. I lost my writing ability, it is different with 2-4 years ago, when I was an undergraduate student (OMG, I want to study again). Sorry, I don’t think that plagiarism is a criminality. So, here it is what the book say:

KONSPIRASI INTERNASIONAL

“Dengan adanya kebutuhan untuk menutup deficit nereca pembayaran luar negeri dan untuk pembiayaan pembangunan maka sejak bertahun-tahun Indonesia sangat tergantung kepada hutang luar negeri sampai terakumulasi dalam jumlah yang sangat besar dan berat untuk dibayar kembali. Beban hutang luar negeri menjadi semakin parah pada saat terjad penurunan nilai mata uang rupiah yang sangat signifikan.
Hutang luar negeri diantaranya berasal dari Negara-negara donor yang tergabung dalam International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. Pendirian kedua lembaga keuangan internasional tersebut didasarkan atas kesepakatan Bretton Woods pada tahun 1945. Sejak tahun 1970 IMF telah mengeluarkan Special Drawing Rights (SDRs) sebagai pengganti emas dan dapat digunakan sebagai cadangan uang luar negeri. Julah SDRs dapat ditentukan oleh IMF sepanjang dianggap perlu untk meningkatkan cadangan internasional untuk menumbuhkan perdagangan dan ekonomi dunia.
Menilik dari motif pendirian dan sumber pendanaan IMF tersebut jelas menunjukkan bahwa system pinjaman luar negeri yang dijalankan IMF mempunyai unsur riba dan didasarkan kepada mata uang yang riba pula. Dalam kolom Renungan Ramadhan di harian Media Indoensia tanggal 10 November 2003, Nurcholis Madjid menulis artikel dengan judul “Riba adalah Perbuatan Paling Haram”. Dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa Allah memberikan peringatan yang sangat keras mengenai riba ini sebab dapat menjurus kea rah perbudakan (exploitation human by man).
Penjelasan Cak Nur tersebut sanga relevan dengan kondisi Indonesia akhir-akhir ini. Masih jelas dalam ingatan kita bagaimana seorang Campdesu yang saat ini menjadi Presiden Direktur IMF dengan sangat ponghanya menyaksikan manan Presiden Suharto yang tengah mendandatangani Letter of Intent (LOI) untuk mendapatkan tambahan hutang luar negeri pada saat Indonesia mengalami krisis ekonomi dan moneter yang sangat parah.
Kesan proses penindasan manusia kepada manusia lainnya (exploitation human by man) juga dapat dengan jelas disaksikan dari berbagai tuntutan IMF terhadap pemerintah Indonesia untuk melakukan apa saja yang dapat menguntungkan negara-negara donor yag tergabng IMF tersebut. Di antaranya termasuk tekanan IMF untuk melakukan privatisasi yang berarti harus menjual asset-aset negaar kepada Negara-negara tersebut dengan harga yang murah. “

“Korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) sudah menjadi penyakit yang sangat kronis bagi bangsa Indonesia dan sudah berlangsung hampir di seluruh lembaga dan meliputi semua aspek kehidupan. Data terakhir menunjukkan bahwa Indoensia masih tergolog yang mempunyai tingkat korupsi yang tinggi di dunia. Berdasarkan corruption index yang dikeluarkan oleh lembaga internasional, Indonesia menduduki peringkat yang tertinggi di Asean dengan angka indeks 2,15; Philippina 3,92; Thaland 5.18; Malaysia 7,38; Singapura 8,22.
Kondisi ini tentunya menjelaskan suatu tingkat korupsi yang sangat luar biasa cakupannya, termasuk aparatur negara serta pejabat negaranya. Sebagai dampak dari praktek-praktek KKN tersebut, maka Indonesia mengalamai krisis yang berkepanjangan dan timbulnya bencana yang terus-menerus. Negara-negara di Asean yang terkena krisis akibat krisis moneter yang dimulai tahun 1997 telah mulai menunjukkan perbaikan ekonominya. Namun Indonesia bahkan terperososk menjadi krisis yang berlarutlaut bahkan bertambah menjadi krisis moral dan akhlak. Kondisi ini diperparah dengan munculnya berbagai bencana alam yang melanda di seluruh pelosok tanahair. Bencana gnug berapi, banjir, tsunami telah menambah penderitaan dan memperparah keadaan serta menambah beban keuangan negara.
Patut diduga bahwa akibat pembiayaan pembangunan dengan menggunakan sumber pembiayaan yang kotor dan ribawi serta APBN yang kotor, maka terjadilah berbagai bencana dan krisis termasuk korupsi.
Sebagi resultante dari berbagai permasalahan tersebut maka kemiskinan di Indonesia semakin mengingkat. Data dari ILO menunjukkan bahwa jmlah masyarakat yang miskin meningkat dari 34,5 juta pada tahun 1996 menjadi 38,4 juta pada than 2002. Jumlah ini berkisar 18%-24% dari jumlah penduduk dan kebanyakan terjadi di sector pertanian yan gmencapai 57%-70%. Ha ini menunjukkan bahwa kebijakan penciptaan laparngan kerja tidak berjalan optimal dan keadaan ini juga diakibatkan oleh adanya kendala dalam pembiayaan investasi jangka panjang.”
“Sebagai akibat dari krisis ekonomi dan moneter yang sangat hebat sejak tahun 1997 dan akibatnya sangat terasa bagi seluruh sendi perekonomian bahwa kehidupan bangga dan negara Indonesia, maka, Presiden soeharto setuju meminta bantuan IMF. Lewat perjanjian yang disepakati, IMF setuju untuk memberikan paket pinjaman bersyarat senilai $ 36 miliar selama 1997-2003. Namun sesuai dengan surat sanggup atau Letter Of Intent (LOI) yang ditandatangani Indonesia harus menjalani reformasi dan pembatasan-pembtasan yang ketat, mulai dari penutupan bank, penjualan Aset BUMN hingga menaikkan suku bunga, menimbulkan gelombang protes dan kemarahan. Namun demikian, nasehat-nasehat IMF banyak yang justru salah arah. Dalam surat kabar Kompas dan Tempo tanggal 14 November 2003 tertulis peryataan dari Asisten Direktur IMF untuk Asia Pasific Charles Adams di Bangkok, Thailand seperti dikutip AFP yang menyatakan “Kami mengakui telah melakukan kesalahan selama mengagani krisis di Asia. Tiak semua orang sependapat dalam hal apa pastinya kesalahan-kesalahan itu.” Dalam Koran /tempo tanggal 24 Juni 2004 Lembaga Pengawas Independen IMF (The Independent Evaluation Office) dalam laporan terbarunya menyebutkan, IMF telah gagal memahami problem utama krisis yang dihadapi Indonesia pada 1997. IMF juga telah melakukan kesalahan dengan memberikan nasehat dan jalan keluar yang kurang tepat bagi Indonesia dalam mengatasi krisis ekonominya.
Indikasi terjadinya konspirasi internasional untuk melemahkan negara dan bangsa Indoensia dapat tercermin dari Pengakuan Perkins. Perkins yang warganegara Amerika Serikat menuliskan pengalamannya selama menjadi “hit-man” dalam bukunya “The Confessions of an Economic Hit Man” mengakui bahwa selama masa tugasnya yang pertama kali di luar negeri adalah di Indonesia. Selama itu dia tinggal Hotel Borobudur dengan tujuan untuk membuat Indonesia menjadi negara yang selaanya sangat tergantung dengan pinjaman luar negeri. Dengan memanipulasi laporan keuangan proyek untuk memudahkan mendapatkan dana dari luar negeri kemudian menjerumuskan negara ini ke dalam jurang utang yang terus menerus dan sulit untuk dibayar. Setelah tergantung dari pinjaman, maka kemudian mencoba dihancurkan ekonominya dengan jalan penguasaan sumber alam dan sumber daya ekonominya. Upaya yang dilakukan selama itu antara lain menyebarkan berita kebohongan dengan mengatakan bahwa ekonomi Indoensia semakin baik fundamennya kuat dengan memanfaatkan pinjaman dari lembaga-lembaga keuangan international.
Oleh karena itu, sudah saatnya Indonesia lebih mandiri sebagai bangsa dan negara. IMF telah mengakui kesalahannya dalam memberikan nasehat kepada Indonesia. Namun demikian, Indonesia telah terlanjur dilanda krisis yang berkepanjangan, PHK merajalela, kemisikinan dan pengangguran di mana-mana, serta penguasaan asset-asset nasional oleh pihak asing sebagai akibat privatisassi,serta terjadinya low trust society.
Selama ini Indoensia telah mengikuti nasehat IMF dengan mentah-mentah tanpa suatu penelitian dan pendalaman terlebih dahulu. Jikapun telah melalui pengkajian berarti diterima karena kebodohan kita. Apakah dengan demikian IMF akan dengan serta merta membebaskan Indonesia dari beban hutang  kepada mereka? Tentunya mereka tidak akan melakukan hal itu, karena mungkin memang kondisi demikianlah yang diharapkannya sehingga Indoensia semakin tergantung kepada nasehat dan bantuannya. Bila perlu Pemerintah harus mengajukan claim of damage kepada IMF.”

Those paragraphs are taken from Reformasi Kesejahteraan Aparatur Negara book, written by Drs. Achmad Subianto, MBA., and published by Yayasan Bermula dari Kanan in 2010.
I think this book is also recommended to read:
  Perkins, John, Confessions of An Economic Hitman, Berret-Khler Publishers, Inc, San Fransisco, 2004.
  Pilger, John, The New Rulers of The World, Verso, London, 2003.
  Sachs, Jeffrey, The End of Poverty, Economic Possibilities for Our Time, Penguin Press, New York, 2005
  Prawiro, Radius, Pergulatan Indonesia Membagnun Ekonomi, Pragmatisme dalam aksi, PT. Primamedia Pustaka, Jakarta, 2004
  Choeryanto Syaifoel, Ekonomi Indoensia, Penurunan dan Langkah Penanggulangan, Lembaga Penerbit FEUI, 2002.


Saturday, March 1, 2014

March 02, 2014



My English is still bad.. :/, my IELTS score fluctuates :(, At the first time, it was 4.5 then rose to 5.5 and then fell to 4.5. -_- . Wow and now it's March, it means that I can't take IELTS test on March. I will take IELTS test in June. No problem, it means that i have 3 months to learn English more.

Actually, I'm not feel confident enough to do the test. I am so afraid.

Germany or France? Dikti's representative will come in next Tuesday. He/ She will ask us about the University and the major which we choose to study in. I am still not sure with my decision. Based on my friend's experience, although the tuition fee in Germany is free, the living cost in France is cheaper than that of in Germany.  In contrast, in France we have to use French very well and because of this, most of my friends choose to study in Germany.

One of my friends in France convinced me to choose Ecole Polytechnique. He said that it's one of the best University in the world. But my friend in Indonesia said that all of Universities in Germany have 
the same world standard, all of them have excellent education standard.


Wednesday, February 5, 2014

Braga Culinary Night

There is a new local tourist attraction in Bandung city called Braga Culinary Night, the first culinary district for people who love to hang out and try many kinds of tasty and delicious foods. The event was held for the first time in January 11, 2014 and will be held every Saturday night –starting from 7 pm to 1 am. The event is held in Baraga Street, one of the historical streets in Bandung – West Java. The street is closed from any vehicles and decorated with colorful flying umbrellas, benches, and tables with flowers. There are more than 45 vendors in Braga Culinary Night (BCN) who sells foods and drinks in various prices, starting from the lowest price until the highest price. There are 3 zones in BCN such as low-price zone, medium-price zone, and high-price zone. In low-price zone, we can find a lot of foods such as fried rice, fried banana, fried chicken, timbel set and soto. You can find sushi, Japanese food consisting of cooked vinegared rice, in medium-price zone, and steak, a cut of grilled; pan-fried; or sliced broiled beef, in high-price zone. Not only that, there are some music stages in some spots for visitors who want to enliven this event. if you want to go to BCN with your family or friends, don’t forget to bring umbrella – because it’s rainy season – and please get ready for the crowd! When I came there, even though it was raining and very crowded, my friends and I still had so much fun there. Well, the Braga Culinary Night is so interesting, you must come to this event!

Jamu

Jamu, traditional medicine in Indonesia, is made from herbs such as sugar, mint, and turmeric. Jamu has been made since 700 Century in the Mataram Kingdom era. Technology has made contribution in giving Jamu's new forms such as powder, pills, capsules, or drinking liquid. Jamu is usually sold by women who carry it in a basket (jamu gendong), or in food stall. We can make Jamu by ourselves because the ingredients are easy to get, especially in tropical zone like Indonesia. The ingredients of Jamu depend on people's illness. For example, if you suffer constipation, you can make Jamu from ginger (Zingiber Officinale), Kencur (Kaempferia Galnga), pepper, Adas (Foenicoulum Vulgare Mill), and citrus. On the other hand, if you suffer problems in your menstruation cycles, you can make Jamu from Beluntas leaves (Pluchea Indica), turmeric, java coconut sugar, and sour tamarind - these can cool your body too. Each herb of Jamu's ingredient gives different benefits for your body. For example, Beras Kencur will reduce body ache and sour tamarind will reduce stomachache. There are many kinds of Jamu. You should choose Jamu which meets your needs.