Search This Blog

Loading...

Tuesday, May 14, 2013

My Beloved Boss Part 1


Created on January 4, 2013.

Today, I send a message to one of my friend. We know each other at PT. PPN (one of Downstream Oil and Gas Company). We worked together in that company, but in different department. She is in Marketing, as an admin, some kinda secretary of VP Marketing. And I was in Human Resources, as an admin too, some kinda secretary of Manager HRS and ISO Team. She reply my SMS with a shocked message for me.

Let’s begin the story with....
The first time I came to job fair, it was ITB Career Days on July 2012. My friends and I was so busy to prepared the documents. :*** Awesome!
A few weeks later, the company asked me to go to Jakarta and get interview. The company was located at TB Simatupang, Jakarta. But the schedule of interview was too early, and I have some problems with that day, so I asked for the reschedule.
Then, I went there on Friday, alone. There are a lot of obstacle for me to get there. Begin with the schedule of travel, I was travel lag, so I have to find another travel. Then I got lost in Jakarta, so I had to take a Taxi.
I was late 2 hours for the interview. But then, I interviewed by the Human Resources supervisor. After that, I have interviewed with Human Resources Strategic manager. He will be my boss. It was like a conversation,  and she made me feel comfortable when we had the conversations. 
I tried not to nod my head when talking to him and answered his questions as well as possible, even though there are still some questions which i can't answered properly. At that time, I was still doing my mini-thesis. Oh my God, and the manager asked me that if I confirmed by him, I have to start work 2 weeks since I have interviewed by him. Then he guessed that I still do my Chapter 4 of mini-thesis. I got frozed and I smiled to him and I said :” hhehehu, iiyyy ya pak.” Actually, I lied to him, the truth was : yes I have done chapter 4, but my lecturer was just decided to let me get into chapter 2. J In the end of conversation,  he asked me to make planning and budgeting analysis based on financial statement of PT. Pertamina, and then sent it to his e-mail.
I was got so frustrated. I sent BBM to my friends who have been working in a company, and asked them about financial analysis, and got some help. But it’s so hard to communicate only with BBM. Actually, the task was not so difficult but I made it being so difficult for me. I did the task as perfect as I can. Financial analysis, I have learned that on the second semester, and of course I forgot that -_-, so I had to learn again. I went to my lecturer’s home (but not for my mini-thesis, it was for my task) and borrowed some books from him. Actually, I looked for his help in teach me how to did the task. But he just gave me some books to read, and then he left me alone. OK. I learned by myself, tried to understand by myself -_-.  I learned and installed the adding program for Ms. Powerpoint (The boss didn’t want any presentation program except Ms. Powerpoint, so I need to adding another program in the Ms. Powerpoint).  
In the night I did my mini-thesis, in mid-night until morning I did my task from the company. In the morning, I cried (bemoaning the fate that how tired I am) and after that I went to my campus to get some discussion with my lecturers to discuss my mini thesis. :lol. 

Day by day I spent my time with my mini-thesis, the task from the company, Paramore’s music, dancing in the morning-afternoon-night, googling, eating, tahajud, and sleeping. If you want a bright future, certainly it’s not easy. Semua pasti ada balasannya dari Allah. Esti yakin semua ada maksudnya. Esti yakin Allah kasian sama esti. Esti yakin Allah pasti ngasih yang terbaik, dan semoga yang terbaik itu adalah (name of the company).
It was around 8.30 pm, I was on my boyfriend’s car, on my way to my boarding house, from Dago Atas. The manager called me and asked me did I do the presentation by myself or not. Then he told me that there was vacancy as a cashier, if I didn’t confirm to be his staff as planning and budgeting staff, I’ll be diverted to the accounting department; as a cashier which is control the petty cash. And I said yes, it’s OK.
Few days after that, I have a call from my boss that he confirmed me and asked me to get some Physiological Test. I was so happy and thankful for that. But he said that don’t be happy to early, I have to pass the Physiological Test first, and the test wasn’t cheap because the company was using private physiological organization for the service. Not only that, he gave me advice to do the test as good as I can, and then yeah.... (cape ngetik dan mulai bosan mengetik dan mikir inggrisnya -_-)

Random blogger

It's been being random between this blogger with my another blogger. AAAAAAAAAAASSSSSSSSHHH !!! -_-

Waktu masih kuliah, ada banyak hasil ilmu yang bikin geregetan pengen dipublikasikan. Waktu setelah kuliah, udah gada ilmu. Pasif meenn -_- . Damn.

Thursday, December 27, 2012

PENGARUH PENGENDALIAN INTERN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH (SAKD) TERHADAP TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN DAERAH (Studi Kasus di Pemerintah Provinsi Jawa Barat)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang Masalah Penelitian
Reformasi di bidang keuangan daerah dimulai dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 Juncto Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 Juncto Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Undang-Undang tersebut  menempatkan pemerintahan daerah sebagai titik berat otonomi, sehingga memberikan harapan bagi masyarakat untuk dapat menikmati pelayanan publik yang lebih baik.
Munculnya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban, dan Pengawasan Keuangan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran dan Belanja Daerah, serta Permendagri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Juncto Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri menjadi acuan pengelolaan keuangan daerah yang mana daerah-daerah diwajibkan menyusun APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan membuat SAKD (Sistem Akuntansi Keuangan Daerah). Tentunya hal ini dilaksanakan demi tercapainya good governance di Indonesia, yakni untuk mencapai negara yang transparan dan akuntabel.
Pengelolaan keuangan daerah saat ini harus mengalokasikan dana publik bagi kepentingan kesejahteraan masyarakat daerah, yang kemudianpertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah ini harus diperiksa Inspektorat maupun pemeriksa eksternal yakni BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).
Opini BPKterhadap seluruhLKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah)se-Indonesia Tahun 2010 menunjukkan kenaikan sebesar 4% dalam opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dibandingkan pada tahun 2008 dan 2009, dan penurunan dalam opini TMP (Tidak Memberikan Pendapat) dibandingkan opini LKPD Tahun 2008 sekitar 2% dan tidak mengalami perubahan dibandingkan opini LKPD Tahun 2009 (IHPS 2011). IHPS II Tahun 2011 juga menyajikan hasil evaluasi SPI (Sistem Pengendalian Intern) yang menunjukkan bahwa masih terdapat 805 kasus kelemahan dalam sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan, antara lain: 478 kasus pencatatan tidak/belum dilakukan secara akurat, 234 kasus proses penyusunan laporan tidak sesuai dengan ketentuan, 4 kasus entitas terlambat menyampaikan laporan, 74 kasus sistem informasi akuntansi dan pelaporan tidak memadai, dan 15 kasus sistem informasi akuntansi dan pelaporan belum didukung SDM (Sumber Daya Manusia) yang memadai.
Sejak tahun 2006 sampai dengan Tahun 2010, Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara berturut-turut mendapatkan opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Adapun BPK memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 ini, kecuali atas piutang pajak dan persediaan.
Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Tahun 2011 atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dapat dilihat bahwa pemberian opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian) Tahun 2010 ini dikarenakan adanya temuan berupa permasalahan nilai piutang pajak dan retribusi, kelemahan penyajian nilai persediaan, dan permasalahan dalam penyajian aset tetap. Permasalahan nilai piutang pajak dan retribusi ini antara lain: koreksi rekonsiliasi atas saldo piutang pajak tidak dapat ditelusuri ke data wajib pajakya, saldo piutang pajak belum mencerminkan hak daerah yang sebenarnya, dan piutang retribusi pemakaian kekayaan daerah belum dapat ditelusuri ke fisik SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah)-nya. Kelemahan penyajian nilai persediaan dalam LKPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010, antara lain: persediaan buku dan persediaan buffer stock obat APBN tidak didasarkan pada stock opname. Sedangkan, permasalahan dalam penyajian aset tetap, antara lain: laporan belum mencakup tanah dan bangunan yang sudah diserahkan ke Pemerintah Pusat, masih banyaknya unit bangunan masih dicatat dengan nilai Rp 1,00 atau Rp 0,00, serta bangunan, peralatan dan mesin tidak jelas keberadaan fisiknya.
Temuan-temuan BPK atas Laporan Keuangan  Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut mencerminkan belum memadainya pengendalian fisik atas aset, pencatatan yang tidak akurat dan tepat waktu atas transaksi dan kejadian, serta pengendalian yang kurang atas pengelolaan sistem informasi. Tentunya hal ini menunjukkan bahwa efektivitas SPI (Sistem Pengendalian Intern) Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat masih belum optimal, yang memperlihatkan masih lemahnya transparansi dan akuntabilitas publik.
Dengan masih lemahnya transparansi dan akuntabilitas tentunya dapat membuka lebar peluang terjadinya manipulasi data yang berujung pada kecurangan. Salah satu upaya mencegah terjadinya kecurangan yang merupakan unsur utama perbuatan korupsi ini adalah dengan meningkatkan dan membangun pengendalian intern yang baik dan menyeluruh.
Pengendalian intern merupakan upaya yang dilakukan mencakup unsur-unsur pengendalian intern: lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan, untuk mengarahkan seluruh kegiatan agar tujuan dari kegiatan dapat dicapai secara efektif, efisien, dipercayanya informasi dan data, serta ditaatinya peraturan dan ketentuan yang berlaku. Agar pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah terlaksana dengan baik, maka SAKD (Sistem Akuntansi Keuangan Daerah) harus disusun dan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan menerapkan pengendalian intern secara baik dan efektif pada suatu pemerintahan, maka akan meningkatkan kualitas akuntabilitas publik dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tersebut.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dalam Pasal 58 dengan sangat tepat mengamanatkan kepada Presiden RI selaku Kepala Pemerintahan, agar mengatur dan menyelenggarakan pengendalian intern di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh, untuk meningkatkan kinerja, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah / negara.
Berdasarkan paparan di atas, penulis merasa tertarikmembuat penelitian untuk melihat pengaruh pengendalian intern terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Maka, penulis akan melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH PENGENDALIAN INTERN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH (SAKD) TERHADAP TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN DAERAH (Studi Kasus di Pemerintah Provinsi Jawa Barat).”Penelitian ini mengacu pada peneilitian Neneng (2010) dengan judul  Pengaruh Sistem Pengendalian Intern terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Aset Tetap Pemerintah dan penelitian Ikhsan (2011) dengan judul Pengaruh Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah terhadap Akuntabilitas Publik.

1.2           Perumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis merumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut:
1.       Bagaimanakah pelaksanaan pengendalian intern di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
2.  Bagaimana pengaruh pengendalian intern dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, secara simultan.
3.     Bagaimana pengaruh komponen pengendalian intern dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, secara parsial.

1.3           Pembatasan Masalah Penelitian
Dikarenakan adanya keterbatasan waktu, dana, dan tenaga, maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasi akan penulis teliti. Penulis merumuskan batasan masalah antara lain sebagai berikut:
1.    Penelitian difokuskan pada pengendalian intern yang meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah, yang merupakan adopsi dari COSO (Committee of Sponsoring Organization of Treadway Commission).
2.  Penelitian ini hanya mencakup Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang dilakukan secara manual, sehingga tidak termasuk Sistem Akuntansi Keuangan Daerah secara terkomputerisasi (misalnya: SIMDA Keuangan, SIPKD, ATISISBADA, dan lain-lain).
3.    Penelitian ini difokuskan pada persepsi atau tanggapan responden yang berkaitan dengan Pengendalian Intern dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) terhadap transparansi dan akuntabilitas.
4.  Penelitian difokuskan pada pegawai di Bagian Keuangan atau Bidang Akuntansi dan Pelaporan di SKPD/OPD di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
5.     Alat bantu yang digunakan untuk mengolah data dan menganalisis data statistik sampai dapat menyajikan informasi ialah dengan menggunakan SPSS 20.0 dan Microsoft Office Excel 2007.

1.4           Tujuan Penelitian
1.4.1        Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian ini ialah untuk memperoleh data dan informasi tentang pengaruh pengendalian internal dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap transparansidan akuntabilitas keuangan daerah di Pemerintah Provinsi Jawa Barat baik secara simultan maupun secara parsial.

1.4.2        Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal mengenai:
1.  Apakah pengendalian intern yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.
2.   Pengaruh variabel pengendalian intern dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

1.5           Manfaat Penelitian
Penelitian yang penulis lakukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak terkait, antara lain:
1.       Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menambah pengetahuan  mengenai pengaruh pengendalian intern dan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah, dan juga mengetahui seberapa besar pengaruh pengendalian internal dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.
2.       Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah dan menjadi salah satu referensi mengenai pengaruh Pengendalian Internal dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.

Saturday, January 28, 2012

Balloons


Almost everybody in the world knows balloons. In the past, balloons are just something made of rubber material, which have elastic chaacteristic. Nowadays, balloons have a lot of modifications. Ballons are something made of rubber, latex, or plastic material, which have interesting colours and unique shapes. Balloons filled with a gas, such as oxgen, hydrogen, helium, or air. There are a lot of balloon’s kinds and functions, which are will be described on this essay.
Nowadays, balloons have a lot of kinds. For example, there are printing latex balloons, LED flashing balloons, inflatable balloons, gondola balloons, Zeppelin balloons (Remote Control balloons) and whistle balloons. Not only that, there are water balloons and hot air balloons. Water ballons are thin and small, filled with water and intended to be easily broken. While, hot air balloons are big, using air heated with hydrogen and can go to the athmosphere.
A lot of kinds of balloons make balloons have a lot of functions. Ballons are used as decorations in a lot of occasions, such as: wedding party and birthday party. Ballons can be used as one of promotion media, supporting media in sport games, and as a toys (as volleyball, paintball, etc). Whereas, ballons (especially gondola) can carries people, animals, or automatic equipment (cameras and telescopes).
In conclusion, there are a lot of kinds and functions of balloons, which makes balloons more interesting and makes us fun. 

Exaggerated statements

(picture from kimariyani.blogspot.com) 
Since reformation era, mass media has the rights to give opinion and to speak it out to the public. But there are a lot of exaggerated statements made by mass media which are criticizing goverment. Of course, it is dangerous. Mass media shouldn’t make exaggerated statements about government for the reasons listed.

Exaggerated statements will make Indonesia’s image deteriorated in the eyes of foreigners, and it will cause bad effects to our nation and state. For example, in 2011, one of TV media made a statement that Indonesia was on it’s way to be the failed state. After heard that, there were a lot of  investors though that Indonesia was messed up. They was being afraid to invest their money in Indonesia. However, we need that investment to increase our welfare of society.

Nowadays, mass media has been something which is very needed by the public. Mass media have power to influence public’s opinion, and I think  there are several of mass medias which have been out of limit. They tend to influence public’s opinion to be agree with them. They did dramatization and made exaggerated statements which can cause misunderstanding between public and government.

On the other hand, they are people who agree if mass media do the exaggerated statements. They have their own interest about this, for example: to increase the rating of that mass  media and for politic’s purposes. In addition, the politic’s purposes can be such as: to promote their own politic’s party, to move the existing issues, to hit the government, and so on.

In conclusion, i don’t agree if mass media make exaggerated statements because it can cause bad effects, especially for the investor’s and public’s trust. Public should be able to asses the truth of media massa’s information. Media massa have to obey Broadcast Laws and not only give informations about the negatif sides but also the positive sides of government. 

Wednesday, January 4, 2012

Fingernail Clipper.


Fingernail Clippers are used for trimming fingernails only.
Direction For Use:
1.       Lift handle and swivel to from “V” shape with clipper base.
2.       Cut fingernails to a shape and length, which you prefer.
3.       Do not cut out your nails too short for maximum safety and comfort.
To provide best results, ensure nails are cut when wet for smoother edges and prevent cracking. Be sure to clean the nail clippers and keep it in a dry place to ensure durable performance.

Warning: Keep out of reach of children. Patient who suffering from diabetes, hemophiliac, and poor blood circulation are advised to consult their doctors before use.

Monday, November 21, 2011

ngebolang ke Yogya ala backpacker


Liburan semester 6, tanggal 19 July 2011, pergi ke Yogyajarta, 6 cewek, 10 cowok. Kita rencananya mau ngebolang nih. Yaaah, ngebolang ala backpacker laah. HEMAT SEHEMAT-HEMATNYAH! :D
Hari pertama , 19 Juli 2011, Sore hari
Dari rumah pergi kekosan (Ciwaruga) Rp14.000, dari kosan nyewa angkot ke stasiun di Cimahi Rp 45.000 (per orang: 5ribu). Dari stasiun Cimahi naik kereta ekonomi ke stasiun Padalarang Rp. 1.000.
Jam 8 malam, Naik kereta ekonomi dari stasiun Padalarang ke stasiun Lempuyangan Rp 30.000. (Tiket sudah dibeli beberapa hari sebelum hari-H). Kalo mau naik kereta bisnis, bayarnya Rp 130.000. Hohoho. Jadi ngehemat Rp 100.000 kaan kalo naik kereta ekonomi. :P Lagi pula, enak kok naek kereta ekonomi, mungkin gara-gara saya duduk dengan 2 cewe dan 3 cowo, dan kami juga membuat kegaduhan dengan bermain kartu selama perjalanan, jadi ga kerasa lamanya, malahan asik. Berbeda dengan teman-teman saya yang duduk dibelakang saya, mereka ga maen kartu, jadi bosen, kerasa deh betenya. :cool:
Yang harus diingat Jika memutuskan ingin naik kereta ekonomi:
1. Beli tiket di stasiun awal keberangkatan; misalnya stasiun Padalarang. Jadi, keretanya masih kosong.
2. Persiapkan dan packing barang-barang yang sekiranya kamu perlukan. Jangan lupa bawa promag, kamu gamau kan tiba-tiba di perjalanan, lambung kamu perih. Meraaanaaa T_T . Gada yang bisa nolongin kamu, bahkan sahabat kamu sendiri pasti bingung mau ngapain, cuma promag yang bisa, obat sakit maag yang bekerja cepat dan melindungi lebih lama! (Jadi inget pengalaman memalukan saya: Di depan pacar, berguling-guling (posisi : nonggeng/ sujud) sambil megangin perut, udah gitu ngerintih pula. Terus dia ngasih promag, ga nyampe 5 menit setelah saya minum promag, langsung berangsur-angsur pulih tiap detiknya. Terus saya cengar-cengir di hadapan pacar saya (malu >.
3. Sebelum naik kereta, buang air dulu. ;)  Jangan ambil resiko pengen pipis ketika di kereta. Karena kamu akan kesulitan nantinya, karena di WC pun dijadiin tempat buat tidur.
4. Pergi dengan teman-teman cowok. Jadi, ada yang ngelindungin. Seperti kemarin, saya duduk di kursi 3 yang berhadapan 3. Cewek duduk ditengah dan di dekat jendela, sedangkan cowok duduk di pinggir. Orang-orang yang memiliki (tiket tanpa tempat duduk) akan mencari kesempatan untuk duduk di kursi kamu :neutral: . Untuk menyiasatinya, 2 teman saya saling menopang kaki mereka satu sama lain, dan duduk ke pinggir, pokoknya agar tidak terlihat ada celah untuk mereka duduk. Tentunya,, ini untuk membuat saya dan teman cewe lainnya dapat duduk nyaman dan gag kesempitan. Makasi aprii,, arieeff  :D . apalagi apri yang mukanya serem, hha, tiap ada orang yang ngeliatin, langsung dia pelototin, hhah, (salah satu keuntungan punya muka galak).
5. Kereta ekonomi mengandalkan AG (angin Gelebug). Jadi, jangan sok soan dengan angin malam, sebaiknya bawa minyak angin aromatheraphy dan jaket, jika tidak ingin masuk angin. Masuk angin juga bisa jadi penyebab sakit maag. Makanya bawa promag buat jaga-jaga. Jangan sampai kamu ngerepotin orang lain yang belum dikenal.
6. Lindungi barang berharga kamu. Pastilah yaaa. Pokoknya jangan lengah. Kalo tas isi baju sih simpen aja di rak atas, gausa di *kekeupan (red:sundanese).
Jam 6 pagi, sampai di stasiun Lempuyangan. Kenapa Lempuyangaaan? Karena kereta ekonomi tidak berhenti di stasiun Tugu. Untuk menghemat waktu dan berasaskan kebersamaan, kami BERJALAN KAKI dari stasiun Lempuyangan ke Malioboro. Setelah makan di jalan Malioboro, kemudian kami mencari penginapan. Capenyaaa,, karena kami muter-muter ngikutin orang yang berniat ngebantu kami mencari penginapan di Jalan Sosro, sambil bawa-bawa tas segede bagong. :( . Akhirnya, karena harga yang ditawarkan di hotel tersebut terasa mahal dan kami juga cape diburu-buru ngikutin orang tersebut, kami memutuskan mencari sendiri.  Kemudian kami ke Hotel Kartika, ga perlu ke tempat lain lagi, karena kami langsung setuju dengan harga yang ditawarkan di Hotel tersebut. Bukan gedung hotel, bentuknya rumah, tapi namanya hotel kartika. Hahah. Mas nya baik, dan hotelnya juga cukup nyaman kok. Hotel: perhari Rp 65.000, kapasitas 2 org perkamar, jika ingin tambah orang maka tambah Rp20.000 per-orang.
Tidur 2 jam, mandi, kemudian capcuss jalan kaki ke Alun-Alun, ada festival jamu disana, tapi sayang waktu teman saya mau nyoba, malah dilarang sama masnyah. Hahhahhaha.
Lanjut ke Keraton. Tiket masuk Rp 10.000 per orang. Kemudian di tambah Rp 1.000 untuk kamera atau kamera HP. Ada tour guidenya, tapi kita kacangin, hhe, jadinya dia pergi deh (Soalnya kami takut diburu-buru waktu sama tour-guidenya).
Lanjut, makan di tempat makan, di dekat TamanSari.
Lalu, berlanjut ke Taman Sari. Tiketnya Rp 3.000 per-orang.
Pulangnya, masuk ke Masjid Bawah Tanah.
HOOkey, lalu kami kembali ke hotel. Istirahat sejenak. Malamnya, setelah mandi, kami makan di angkringan. Ada kopi joss, sate kuda, nasi kucing, sate jamur,dll disana. Hha. Tapi anak cowo aja yang beli kopi joss,, unik c, kopi pake batu arang,, katanya c bagus buat kesehatan, soalnya batu arang sbg penyerap zat kopi yg ga baik buat tubuh, supaya netral gitu. Di sana, kami sambil diskusi rencana untuk besok, mau kemana kitaaa? Mau ke borobudur-prambanan atau ke pantai Barong? Akhirnya, keputusan jatuh ke Borobudur-Prambanan. Karena, ke pantai Barong harus nyewa mobil, dan lagi karena disana masih sepi,, seharian di pantai ngapain coba? Warung juga masih jarang disana.
Pengennya sih belok ke Pasar Kembang (SARKEM), tapii cewe-cewe yang lain pada gamau. Padahal kan esti sama ika penasaran, pengen tau kayak gimana. Katanya anak” cowo c biasa ajja, kayak Saritem Bandung, sepi, Cuma da cewe-cewe yang bilang: sini mas,, sini mass. Hhhahah
Lanjut kembali ke hotel, sebelumnya beli wedang jahe dulu biar anget, Rp 5.000.
Cape banget, JALAN KAKI dari stasiun Lempuyang ke Malioboro, dari Malioboro ke Keraton, dari Keraton ke TamanSAri, dari TamanSari balik lagi ke Malioboro. Jalan Kaki!! Ohh, kebersamaan yang begitu indah, bukankah begitu kakiku??! Hhah. GEMPOOOR
Hari ke dua ,,
Banguuuuunnn!!! Hari ini kami mandi, kemudian ke stasiun tugu. Ternyata, tiket kereta bisnis sudah sold out! L ,, bingung deh hari jumat mau pulang ke bandung pake apa, karena kemarin setibanya di stasiun lempuyangan ternyata tiket kereta ekonomi untuk tiket yang duduk telah sold out.
Berlanjut makan di Jalan Malioboro. Kemudian naeik bus transyogya Rp 3.000. Kemudian ganti dengan bus trans yang lain (tapi ga bayar lagi). Tiba di stasiun jombor, naik bis ke borobudur (satu-satunya angkutan umum menuju ke sana), per orang Rp 10.000 (untuk bukan rombongan/ turis asing: Rp 15.000).
Tiba, kemudian naik andong Rp 15.000 per-andong. Padahal jalan kaki juga bisa sih. Tiket masuk Borobudur Rp 20.000 per orang.
Sayangnya, karena hujan, gajadi deh ke Prambanannya. Pulangnya naik angkutan yang sama ajah. Kamu bisa makan di stasiun jombor/jombang?! , ada cafe yang lumayan murah disana.
Tiba di Hotel, kemudian mandi, lanjut jalan-jalan. Setelah tawar menawar dengan tukang becak dan tukang andong, untuk sampai di alun-alun kidul, kami memutuskan jalan kaki kemudian naik becak dari Pasar Bringharjo Rp 15.000 per-andong. Lebih hemat Rp 5.000 dibanding naik dari Malioboro.
Di Alun-alun kidul ada 2 Pohon Beringin. Tauu kaaaannn.. Itu yang bikin saya penasaran dan pengen ke Yogya. Tutup mata kamu, terus jalan sampai melalui jalan di antara 2 pohon beringin, kalo berhasil ya berarti jodoh, begitu pula sebaliknya. Syang bgt, 2X aku mikirin orang yg sama, tapi ga berhasil. 1X ga mikirin apa-apa tapi tetep ga berhasil. Padahal temen-temen esti yang lain pada bisa (waktu pikiran mereka kosong, ga mikirin siapa-siapa). Yaa, itu tergantung kita siiih, percaya ga percayaa, gada salahnya maen-maen. Di alun-alun kidul rame banget! Asik buat nongkrong! Ramenya itu dari jam 5 sore. Kalo kamu ga bawa sesuatu untuk nutup mata kamu, kamu bisa nyewa Rp 4.000 untuk ngiket mata kamu. Kamu bisa nyewa sepeda yang nyala kelap-kelip untuk jalan-jalan mengelilingi lapangan alun-alun kidul, lucu banget deh! Untuk sepeda yang bertingkat, bisa muat 10 orang.
Balik lagi naek becak, lebih mahal, karena jalannya memutar dan menanjak untuk bisa sampai ke Jln Sosro (Hotel Kartika). Karena, Malioboro ituu hanya satu arah. Tidak lupa, beli lagi wedang jahe deket hotel, soalnya enak c, ga terlalu pedes kayak sakoteng di bandung, harganya Rp.4.000 (nah lo, kemarin 5rb skarang jadi 4rb,ckckck). -__-
Hari ketiga,,
Alarm hape bunyiii!!! Matiin alarm, tidur bentar, bangun, mandi, bangunin nak” cowo, sarapan coco crunch, packing (karena jam 12 siang ini, harus check out dari penginapan). Hari ini buat bersepeda dan belanja!
Naek becak pariwisata, Rp 5.000 kliling-kliling, jadi c masnya nungguin, itu bolak-balik! Murah banget kaaan! Rp 5.000 satu becak, bolak balik, hadduuuhh.. (kata masnya, becak pariwisata dapet pendapatan bulanan juga, ga seberapa c, dan mereka justru seneng kalo nganterin kita, jadi ga nganggur gitu, malah kita disuruh tenang, ga usah buru-buru. Mas becaknya juga ngajak berhenti di pasar bringharjo sama di tempat penjual dagadu yang asli. Tapi kami tolak, rencananya kami mau kliling-klilng pake sepeda sambil belanja). Mas becak nunjukin tempat yang ngejual gudeg yang asli, soalnya yang dipinggir jalan Malioboro, itu gag asli. Tapi mungkin karena tempatnya yang nyaman juga kayak cafe, jadi harganya juga lebih mahal, setara harga food court atau resto di bandung. Lanjut ke pabrik bakpia 25. Bakpia 25 yang paling terkenal. Begitu masuk langsung dikasi tester. Kita bisa ngeliat proses pembuatan bakpia. Begitu masnya ngeluarin bakpia” dari oven, terus aku makan satuuu,, emmmmm ennnyaaaaaakkk bangett >.
Karena anak cowo jumatan, kami nunggu mereka sambil istirahat di hotel. Sekaligus check out. Tas-tas kami keluarkan. Lalu, nyewa sepeda. Kebetulan di tempat kami menginap, menyediakan sepeda juga. Jadi bisa nyewa disitu ditambah nego nego lahhh. Jadinya Rp 10.000 per sepeda, J murah kaan. Ada sepeda ontel, ada sepeda yang biasa juga. Keliling-keliling ajaa sambil poto-poto, ke alun-alun, alun-alun kidul, dan makan bakso di deket stasiun tugu. Setelah itu belanja, tapi sayangnya ga ke Pasar Bringharjo padahal disana lebih murah dibanding Malioboro.
goes yogya :D
goes joyga,,
Rencana sii, ngebolang ala backpacker, tapi apa daya, rencana cuma rencana, iaa sih awalnya aja kita hemat. Gara-gara tiket kereta ekonomi dan bisnis habis, terpaksa cewe dan cowo berpisah :( . Cewe naek travel, Rp 150.000 per orang. Sedangkan cowo” naik kereta ekonomi. :(
Begitu nyampe di bandung, begitu mendengar cerita penderitaan anak” cowo di kereta ekonomi, bener-bener bikin ngakak! Mereka tidur di bawah, sambil menekuk lutut, pennuuuhh orang baannnggett, seseledekan, yang bikin ngakak begitu tau kalo salah satu temen kami matanya dikencingin kecoa, sampe bengkak. hadddeeehh  :lol:
Prihatin banget deh sama kereta ekonomi. Orang” sampe tidur dibawah jok kursi dan bahkan tidur pulas di WC. Gacuma laki-laki aja, perempuan seusia saya pun katanya ada. Bahkan, ibu-ibu juga ada, dia melindungi anaknya dengan menggendong dan memeluknya, jadi punggung ibunya yang disikut-sikut orang dan didorong-dorong. Subhanalloohh :( .